Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Maret 2026, 03.12 WIB

7 Perilaku Ini Sering Ada pada Orang-orang yang Mewarnai Rambut, Apa Saja?

Ilustrasi orang yang sedang mewarnai rambut (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sedang mewarnai rambut (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Beberapa orang mulai mewarnai rambut mereka seiring bertambahnya usia. Sekilas ini mungkin hanya tampak seperti pilihan gaya yang sederhana atau upaya untuk menyembunyikan uban yang mengganggu.

Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang mewarnai rambut mereka seiring bertambahnya usia cenderung memiliki perilaku dan ciri kepribadian tertentu. Mereka adalah orang-orang yang menggunakan pewarna rambut sebagai bagian dari proses penuaan.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh perilaku yang biasanya ditunjukkan oleh orang-orang yang mewarnai rambut mereka seiring bertambahnya usia.

1. Menghargai ekspresi diri dan individualitas

Orang-orang yang mewarnai rambut mereka seiring bertambahnya usia mencerminkan keinginan mereka untuk mengekspresikan diri. Bagi banyak orang, mewarnai rambut bukan sekadar menutupi uban, melainkan merangkul perubahan dan menampilkan kepribadian mereka.

Psikologi menunjukkan bahwa individu-individu ini seringkali memiliki bakat kreatif atau rasa individualitas yang kuat. Mereka melihat rambut mereka sebagai kanvas, cara untuk menemukan jati diri mereka atau memberi isyarat kepada dunia tentang siapa mereka sebenarnya.

Baik itu pilihan warna yang berani atau warna yang lembut, keputusan untuk mewarnai rambutnya dapat sangat terkait dengan apa yang mereka ingin rasakan dan bagaimana mereka ingin dilihat.

2. Menerima kebutuhan untuk mengendalikan penampilan

Psikologi seringkali menghubungkan penampilan kita dengan rasa identitas dan kendali diri. Mewarnai rambut bukan tentang menolak proses penuaan, melainkan tentang mendapatkan kembali rasa kepemilikan dan memilih bagaimana ia ingin menampilkan dirinya kepada dunia.

Keinginan itu, tentunya berdampak pada kepercayaan dirinya. Mereka lebih banyak tersenyum, membawa dirinya dengan cara yang berbeda, dan tampak lebih nyaman dengan dirinya sendiri.

Terkadang perubahan kecil pada penampilan dapat menjadi cara yang ampuh untuk mengambil kendali selama masa transisi atau ketidakpastian.

3. Terbuka terhadap perubahan dan kemampuan beradaptasi

Mereka mungkin adalah orang yang memiliki kemauan untuk menerima perubahan. Psikologi menunjukkan bahwa orang yang terbuka terhadap perubahan sering kali memiliki pola pikir berkembang. Mereka melihat perubahan dan tantangan hidup sebagai peluang, bukan hambatan.

Keputusannya yang berani ini berarti bersikap terbuka terhadap perubahan, bahkan sesuatu yang sederhana seperti warna rambut bisa membebaskannya. Mereka memandang perubahan secara berbeda, bukan sebagai sesuatu yang perlu ditakuti, tetapi sebagai sesuatu yang perlu diterima.

4. Mengutamakan kepercayaan diri dan kesejahteraan emosional

Ternyata, ada ilmu pengetahuan nyata di balik bagaimana mengubah penampilan kita dapat meningkatkan kesejahteraan emosional. Sebuah studi yang diterbitkan menemukan bahwa perubahan penampilan fisik, seperti pewarnaan rambut, dapat berdampak positif pada harga diri dan kepercayaan diri.

Para peneliti mencatat bahwa perubahan ini sering kali membuat orang merasa lebih menarik, awet muda, dan mampu mengendalikan citra diri mereka. Itu bukan hanya tentang warna itu sendiri, melainkan tentang tindakan melakukan sesuatu dan mengambil langkah-langkah untuk merasa nyaman dengan diri sendiri.

5. Menantang ekspektasi tentang penuaan

Orang-orang yang mewarnai rambut mereka seiring bertambahnya usia adalah mereka yang melawan, sengaja atau tidak, stereotip tentang seperti apa seharusnya "menua". Betapa besar tekanan yang diberikan masyarakat kepada para lanjut usia agar mereka tampil dengan cara tertentu, seperti halus, kalem, dan "sesuai usia."

Namun dengan memilih untuk mewarnai rambut mereka, orang-orang ini menolak ekspektasi yang kaku tersebut dan mendefinisikan ulang seperti apa seharusnya penampilan orang yang menua. Gagasan ini juga didukung oleh penelitian.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Gerontologist menemukan bahwa orang dewasa yang lebih tua, yang menyukai penampilan non tradisional, seperti warna rambut yang mencolok atau tato, sering kali menunjukkan tingkat ketahanan psikologis yang lebih tinggi.

Tindakan menentang norma-norma masyarakat membantu mereka mempertahankan identitas dan harga dirinya yang kuat. Penuaan tidak harus berarti membaur atau menyerah dalam mengekspresikan diri.

6. Mempertahankan identitas diri

Rasa identitas kita terkait erat dengan cara kita memandang diri sendiri, dan cara orang lain memandang kita. Bagi banyak orang, mewarnai rambut bukan berarti berpura-pura lebih muda atau menyembunyikan penuaan, melainkan mempertahankan versi diri mereka yang terasa autentik dan familiar.

Psikolog Erik Erikson, yang dikenal karena karyanya tentang identitas dan pengembangan, pernah berkata, “Dalam rimba kehidupan sosial manusia, tidak ada perasaan hidup tanpa rasa identitas.”

Ketika orang memilih untuk mewarnai rambutnya, mereka sering kali memperkuat narasi pribadi mereka untuk tetap terhubung dengan siapa mereka sebenarnya, bahkan seiring berjalannya waktu.

7. Menerima takdir melalui perubahan

Sekilas, mewarnai rambut mungkin tampak seperti upaya untuk mempertahankan sesuatu yang permanen, seperti kemudaan, kecantikan, atau versi tertentu dari dirimu. Namun inilah bagian yang berlawanan dengan intuisi: itu sebenarnya adalah tindakan merangkul takdir.

Warna rambut tidak permanen, warnanya memudar, tumbuh, dan perlu perawatan terus menerus. Memilih untuk mewarnai rambut berarti menyadari bahwa tidak ada yang akan tetap sama selamanya, dan alih-alih menolak kenyataan itu, mereka justru menerimanya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore