seseorang yang mulai kehilangan kegembiraan ./Freepik/Evgenymedia
JawaPos.com - Kehilangan kegembiraan hidup jarang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya, perubahan itu datang perlahan—nyaris tak terlihat—melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang tampak sepele.
Dalam banyak kasus, seorang perempuan mungkin tetap terlihat “baik-baik saja” di luar, tetap bekerja, tetap tersenyum, tetap menjalani rutinitas. Namun di dalam dirinya, ada sesuatu yang perlahan memudar.
Dalam psikologi modern, tokoh-tokoh seperti Martin Seligman dan Brené Brown sering menekankan bahwa kesejahteraan emosional bukan hanya soal tidak adanya masalah, tetapi tentang hadirnya makna, koneksi, dan harapan.
Ketika elemen-elemen ini mulai hilang, tanda-tandanya bisa muncul lewat kebiasaan diam-diam berikut.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (22/2), terdapat 9 kebiasaan yang sering menjadi sinyal bahwa seorang perempuan mungkin telah kehilangan kegembiraan hidupnya.
1. Berhenti menantikan sesuatu
Dulu ia menunggu akhir pekan, liburan, proyek baru, atau sekadar momen kecil seperti kopi pagi. Kini, hari-hari terasa datar. Tidak ada yang benar-benar dinanti.
Menurut konsep learned helplessness yang diperkenalkan oleh Martin Seligman, ketika seseorang merasa tidak lagi memiliki kendali atau harapan, motivasi untuk menantikan masa depan pun melemah.
Baca Juga: Cara Masak Sambal Goreng Tempe Kacang Panjang Hemat Hanya Rp10 Ribu: Menu Buka Puasa & Sahur Praktis
2. Menghindari percakapan yang lebih dalam
Ia mulai menjaga percakapan tetap dangkal. Jika ditanya, “Kamu baik-baik saja?”, jawabannya cepat dan singkat. Ia tidak ingin menjelaskan, karena merasa tak ada yang benar-benar akan mengerti.
Kehilangan kegembiraan sering diikuti dengan kelelahan emosional. Berbicara tentang perasaan terasa seperti beban tambahan.
3. Menarik diri dari hal-hal yang dulu ia cintai
Hobi yang dulu membuatnya bersemangat kini terasa seperti kewajiban. Buku-buku dibiarkan menumpuk. Musik jarang diputar. Aktivitas sosial mulai ditolak dengan alasan lelah.
Dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan anhedonia—ketidakmampuan merasakan kesenangan dari hal-hal yang sebelumnya menyenangkan.
Baca Juga: Produsen Makanan Instan Gandeng PMI Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana di Indonesia
4. Terlalu sering mengatakan “terserah”

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
