Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Februari 2026 | 04.25 WIB

Seorang Perempuan yang Telah Kehilangan Kegembiraan Hidupnya, Biasanya Dia Mulai Menunjukkan 9 Kebiasaan Diam-diam Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mulai kehilangan kegembiraan ./Freepik/Evgenymedia

JawaPos.com - Kehilangan kegembiraan hidup jarang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya, perubahan itu datang perlahan—nyaris tak terlihat—melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang tampak sepele.

Dalam banyak kasus, seorang perempuan mungkin tetap terlihat “baik-baik saja” di luar, tetap bekerja, tetap tersenyum, tetap menjalani rutinitas. Namun di dalam dirinya, ada sesuatu yang perlahan memudar.

Dalam psikologi modern, tokoh-tokoh seperti Martin Seligman dan Brené Brown sering menekankan bahwa kesejahteraan emosional bukan hanya soal tidak adanya masalah, tetapi tentang hadirnya makna, koneksi, dan harapan.

Ketika elemen-elemen ini mulai hilang, tanda-tandanya bisa muncul lewat kebiasaan diam-diam berikut.

Dilansir dari Geediting pada Minggu (22/2), terdapat 9 kebiasaan yang sering menjadi sinyal bahwa seorang perempuan mungkin telah kehilangan kegembiraan hidupnya.

1. Berhenti menantikan sesuatu

Dulu ia menunggu akhir pekan, liburan, proyek baru, atau sekadar momen kecil seperti kopi pagi. Kini, hari-hari terasa datar. Tidak ada yang benar-benar dinanti.

Menurut konsep learned helplessness yang diperkenalkan oleh Martin Seligman, ketika seseorang merasa tidak lagi memiliki kendali atau harapan, motivasi untuk menantikan masa depan pun melemah.

2. Menghindari percakapan yang lebih dalam

Ia mulai menjaga percakapan tetap dangkal. Jika ditanya, “Kamu baik-baik saja?”, jawabannya cepat dan singkat. Ia tidak ingin menjelaskan, karena merasa tak ada yang benar-benar akan mengerti.

Kehilangan kegembiraan sering diikuti dengan kelelahan emosional. Berbicara tentang perasaan terasa seperti beban tambahan.

3. Menarik diri dari hal-hal yang dulu ia cintai

Hobi yang dulu membuatnya bersemangat kini terasa seperti kewajiban. Buku-buku dibiarkan menumpuk. Musik jarang diputar. Aktivitas sosial mulai ditolak dengan alasan lelah.

Dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan anhedonia—ketidakmampuan merasakan kesenangan dari hal-hal yang sebelumnya menyenangkan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore