Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Februari 2026 | 14.15 WIB

Orang yang Berhenti Menikmati Hidup Tetapi Pandai Menyembunyikannya, Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Diam-Diam Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mulai berhenti menikmati hidup./Freepik/jcomp

JawaPos.com - Tidak semua orang yang sedang kehilangan semangat hidup terlihat murung, menangis, atau mengeluh setiap hari.

Justru menurut psikologi, sebagian orang yang sudah berhenti menikmati hidup sering kali terlihat “baik-baik saja” di permukaan. Mereka tetap bekerja, tersenyum, bercanda, bahkan terlihat produktif.

Fenomena ini sering dikaitkan dengan konsep seperti high-functioning depression atau depresi terselubung—kondisi di mana seseorang tetap menjalankan tanggung jawabnya, tetapi secara emosional merasa kosong, lelah, dan kehilangan makna.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (18/2), terdapat 8 perilaku diam-diam yang sering ditunjukkan oleh orang yang sebenarnya sudah berhenti menikmati hidup, namun sangat pandai menyembunyikannya.

1. Terlihat Selalu Baik-Baik Saja (Terlalu Baik, Bahkan)

Mereka jarang mengeluh. Ketika ditanya, jawabannya hampir selalu, “Aku baik kok.”

Menurut teori depresi dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association, tidak semua gejala depresi tampil dalam bentuk kesedihan yang jelas.

Beberapa orang justru menunjukkan kemampuan masking—menyembunyikan perasaan demi mempertahankan citra stabil di depan orang lain.

Ironisnya, semakin mereka terlihat stabil, semakin kecil kemungkinan orang lain menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang berjuang.

2. Tetap Produktif, Tapi Kehilangan Makna

Mereka masih datang kerja tepat waktu, menyelesaikan tugas, bahkan berprestasi. Namun di dalam hati, semuanya terasa hampa.

Psikolog seperti Viktor Frankl dalam bukunya Man's Search for Meaning menjelaskan bahwa kehilangan makna hidup bisa lebih menyakitkan daripada penderitaan itu sendiri. Seseorang bisa tetap berfungsi secara sosial, tetapi secara eksistensial merasa kosong.

Aktivitas dilakukan bukan karena ingin, melainkan karena “harus”.

Mereka tidak benar-benar menghilang, tetapi mulai mengurangi keterlibatan emosional.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore