Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Februari 2026 | 14.08 WIB

Orang yang Memilih Pasangan karena Alasan Salah Biasanya Tidak Menyadarinya Sampai 9 Momen Ini Terjadi Bertahun-Tahun Kemudian Menurut Psikologi

seseorang yang memilih pasangan karena alasan yang salah./Freepik/tirachardz

JawaPos.com - Memilih pasangan hidup adalah salah satu keputusan paling besar dalam hidup seseorang.

Namun menurut berbagai teori dalam psikologi hubungan, banyak orang ternyata memilih pasangan bukan berdasarkan kesiapan emosional atau kecocokan nilai, melainkan karena dorongan yang tidak disadari—seperti rasa takut kesepian, tekanan sosial, atau kebutuhan validasi.

Di awal hubungan, semuanya bisa terasa “benar”. Perasaan jatuh cinta, euforia, dan harapan masa depan sering menutupi motif yang sebenarnya. Namun bertahun-tahun kemudian, realitas mulai membuka tabir.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (18/2), terdapat sembilan momen yang sering menjadi titik kesadaran—bahwa pilihan dulu mungkin didasarkan pada alasan yang keliru.

1. Saat Rasa Kesepian Tidak Hilang Meski Sudah Menikah

Banyak orang memilih pasangan karena takut sendirian. Namun jika alasan utama adalah menghindari kesepian, ironisnya perasaan itu sering tetap ada.

Secara psikologis, kesepian bukan tentang status hubungan, tetapi tentang kedekatan emosional. Ketika seseorang menikah hanya demi “punya pasangan”, ia bisa tetap merasa kosong karena kebutuhan emosionalnya tidak pernah benar-benar terpenuhi.

Baca Juga: 8 Hal yang Dilakukan Orang Tua dengan Niat Membantu, tetapi Membuat Anak Dewasa Takut Setiap Kali Menerima Telepon Menurut Psikologi

2. Ketika Konflik Kecil Selalu Terasa Mengancam

Hubungan yang dibangun atas dasar ketertarikan superfisial—status, penampilan, atau tekanan keluarga—sering tidak memiliki fondasi komunikasi yang kuat.

Bertahun-tahun kemudian, konflik kecil terasa seperti ancaman besar. Ini karena hubungan tersebut tidak pernah dibangun dengan keamanan emosional yang matang.

3. Saat Mulai Membandingkan dengan Orang Lain Secara Diam-Diam

Menurut teori perbandingan sosial dalam psikologi, manusia cenderung membandingkan hidupnya dengan orang lain. Namun dalam hubungan yang sehat, perbandingan itu jarang terasa menyakitkan.

Jika seseorang mulai sering berpikir, “Seandainya dulu aku memilih yang lain…”, itu sering menjadi sinyal bahwa keputusan awal mungkin lebih didorong oleh impuls atau tekanan, bukan kesadaran nilai pribadi.

4. Ketika Alasan Awal Sudah Tidak Relevan Lagi

Mungkin dulu ia memilih pasangan karena stabil secara finansial, populer, atau karena “sudah waktunya menikah”. Namun waktu mengubah prioritas.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore