Ilustrasi orang yang tidur lebih nyanyak dibanding orang lain (Freepik)
JawaPos.com - Tidur bukan hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kebahagiaan dan kestabilan emosi. Namun, jika kualitas tidur buruk atau jam tidur tidak cukup, tubuh akan terasa lelah, pikiran mudah berkabut, dan risiko gangguan kesehatan pun meningkat.
Saat sulit tidur di malam hari, sering kali penyebabnya bukan stres besar, melainkan kebiasaan kecil sebelum tidur yang jarang disadari. Mulai dari konsumsi kafein hingga kebiasaan bermain ponsel di tempat tidur, hal-hal sederhana ini dapat merusak ritme alami tubuh.
Dilansir dari laman Your Tango, Jumat (30/1), berikut 10 hal yang dihindari sebelum tidur oleh orang-orang yang terbukti tidur 98 persen lebih nyenyak dibandingkan yang lain.
Kafein adalah stimulan yang dapat bertahan di dalam tubuh hingga 12 jam. Mengonsumsi kopi, teh, atau minuman berkafein beberapa jam sebelum tidur dapat mengganggu jam biologis tubuh dan membuat sulit terlelap.
Kafein juga memengaruhi kelenjar adrenal yang mengatur hormon stres kortisol. Jika kualitas tidur sangat bermasalah, mengurangi atau menghentikan kafein sementara dapat memberikan perubahan signifikan.
Makanan manis atau tinggi karbohidrat sebelum tidur dapat memicu lonjakan gula darah, lalu diikuti penurunan drastis yang membuat adrenalin meningkat dan tubuh terbangun di malam hari.
Jika lapar sebelum tidur, protein ringan jauh lebih disarankan dibandingkan camilan manis atau asin.
Lingkungan yang berantakan dapat menciptakan stres bawah sadar. Pakaian berserakan, sepatu tidak tertata, dan barang menumpuk membuat kamar terasa tidak menenangkan.
Kamar tidur sebaiknya menjadi ruang khusus untuk istirahat, bukan tempat menyimpan semua barang.
Kasur dan bantal yang tidak mendukung postur tubuh dapat menurunkan kualitas tidur secara drastis. Menurut pakar tidur, kasur buruk dapat menyebabkan sering terbangun di malam hari dan nyeri tubuh.
Jika belum memungkinkan membeli kasur baru, mattress topper atau bantal berkualitas bisa menjadi solusi sementara.
Cahaya, terutama cahaya biru dari ponsel dan televisi, menekan produksi melatonin, hormon tidur alami. Lampu terang, layar gadget, hingga cahaya dari luar jendela bisa menghambat rasa kantuk.
Mengurangi cahaya di kamar tidur membantu tubuh masuk ke fase tidur lebih cepat.
Penelitian menunjukkan penggunaan ponsel sebelum tidur meningkatkan risiko insomnia dan menurunkan kualitas tidur. Layar gadget mengganggu ritme sirkadian dan membuat otak tetap aktif saat seharusnya beristirahat.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
