
seseorang yang tidak suka berbohong./Freepik/gzorgz
JawaPos.com - Dalam kehidupan sosial, banyak orang memilih jalan aman: berkata manis meski tidak jujur, menyembunyikan kebenaran demi diterima, atau berbohong kecil agar tidak menyinggung perasaan orang lain.
Namun, ada tipe individu yang justru mengambil pilihan sebaliknya—mereka lebih rela dibenci daripada harus berbohong.
Bagi sebagian orang, sikap ini terlihat keras, dingin, bahkan tidak berempati. Padahal, menurut psikologi, pilihan tersebut sering kali berakar pada karakter dan nilai yang kuat, bukan sekadar keinginan untuk bersikap kasar. Orang-orang ini tidak mengejar popularitas, melainkan keutuhan diri.
Dilansir dari Expert Editor pada Senin (26/1), terdapat delapan karakteristik psikologis yang umumnya dimiliki oleh orang yang lebih memilih dibenci daripada berbohong.
1. Memiliki Integritas yang Sangat Tinggi
Integritas adalah kesesuaian antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan. Orang yang enggan berbohong biasanya menempatkan integritas sebagai prinsip utama hidupnya. Bagi mereka, kebohongan—sekecil apa pun—adalah bentuk pengkhianatan terhadap diri sendiri.
Secara psikologis, individu dengan integritas tinggi cenderung memiliki konsep diri yang stabil. Mereka tidak membutuhkan validasi eksternal untuk merasa bernilai. Akibatnya, ancaman berupa penolakan sosial tidak cukup kuat untuk memaksa mereka mengorbankan kejujuran.
2. Lebih Takut Kehilangan Harga Diri daripada Kehilangan Penerimaan Sosial
Banyak orang takut dibenci karena penolakan sosial dapat memicu kecemasan dan rasa tidak aman. Namun, pada tipe ini, ketakutan terbesar bukanlah dibenci orang lain, melainkan kehilangan rasa hormat terhadap diri sendiri.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan internal locus of evaluation—mereka menilai diri berdasarkan standar internal, bukan opini orang lain. Berbohong demi diterima terasa jauh lebih menyakitkan dibanding konsekuensi sosial dari kejujuran.
3. Emosionalnya Relatif Matang
Kejujuran yang konsisten membutuhkan kematangan emosi. Orang yang memilih berkata jujur meski tidak disukai umumnya mampu menoleransi ketidaknyamanan emosional, seperti rasa bersalah, konflik, atau kesepian sementara.
Mereka tidak reaktif secara emosional dan tidak langsung merasa hancur hanya karena tidak disukai. Psikologi menyebut kemampuan ini sebagai emotional regulation—kemampuan mengelola emosi tanpa melarikan diri melalui kebohongan.
4. Sangat Menghargai Autentisitas
Autentisitas adalah kondisi ketika seseorang hidup sesuai dengan nilai, keyakinan, dan perasaan aslinya. Orang-orang ini cenderung alergi terhadap kepalsuan, baik pada diri sendiri maupun orang lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022