
seseorang yang mengakui ketidaktahuan./ Freepik/The Yuri Arcurs Collection
JawaPos.com - Dalam budaya yang sering mengagungkan kepintaran dan jawaban cepat, mengakui “saya tidak tahu” kerap dianggap sebagai kelemahan.
Banyak orang takut terlihat bodoh, tidak kompeten, atau kalah wibawa ketika mengakui ketidaktahuannya. Padahal, dari sudut pandang psikologi, sikap ini justru sering menjadi tanda kepercayaan diri yang sehat dan matang.
Psikologi modern memandang kepercayaan diri bukan sebagai sikap selalu benar atau tahu segalanya, melainkan kemampuan menerima diri apa adanya—termasuk keterbatasan pengetahuan. Orang yang berani mengakui ketidaktahuan biasanya memiliki fondasi psikologis yang kuat.
Dilansir dari Geediting pada Senin (26/1), terdapat enam ciri kepercayaan diri yang tercermin dari sikap tersebut.
1. Memiliki Kesadaran Diri yang Tinggi (Self-Awareness)
Salah satu ciri utama orang yang percaya diri adalah kesadaran diri. Mereka memahami apa yang mereka kuasai dan apa yang belum mereka ketahui. Mengakui ketidaktahuan menunjukkan bahwa seseorang tidak terjebak pada ilusi kehebatan diri (illusion of superiority).
Dalam psikologi, kesadaran diri yang baik membantu seseorang bersikap realistis terhadap kemampuan dan keterbatasannya. Orang seperti ini tidak merasa harga dirinya runtuh hanya karena tidak tahu sesuatu. Sebaliknya, mereka nyaman dengan fakta bahwa manusia memang tidak bisa menguasai segalanya.
2. Tidak Menggantungkan Harga Diri pada Penilaian Orang Lain
Banyak orang takut berkata “saya tidak tahu” karena cemas akan penilaian sosial. Mereka khawatir dianggap kurang pintar atau tidak layak dihormati. Orang yang percaya diri tidak menjadikan penilaian orang lain sebagai tolok ukur utama nilai dirinya.
Secara psikologis, ini menandakan locus of evaluation yang lebih internal. Artinya, mereka menilai diri sendiri berdasarkan standar pribadi, bukan semata-mata pengakuan eksternal. Karena itu, mengakui ketidaktahuan tidak terasa mengancam identitas atau harga diri mereka.
3. Memiliki Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset)
Psikolog Carol Dweck memperkenalkan konsep growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui belajar dan usaha. Orang dengan pola pikir ini tidak melihat ketidaktahuan sebagai kegagalan, melainkan sebagai titik awal pembelajaran.
Ketika seseorang berkata, “Saya belum tahu,” secara implisit ia mengatakan, “Saya bisa belajar.” Ini adalah bentuk kepercayaan diri yang berorientasi pada proses, bukan hasil instan. Mereka tidak perlu berpura-pura tahu demi terlihat pintar, karena mereka percaya pada kemampuan diri untuk berkembang.
4. Emosinya Lebih Stabil dan Dewasa
Mengakui ketidaktahuan membutuhkan kestabilan emosi. Orang yang mudah defensif atau rapuh secara emosional cenderung menolak mengakui kesalahan atau keterbatasan karena merasa terancam.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
