
seseorang yang memiliki kemurnian hati secara emosional./Freepik/benzoix
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu orang yang tampak dingin, sulit dipahami, atau seolah tidak peduli terhadap perasaan orang lain. Mereka mungkin hadir secara fisik, tetapi absen secara emosional.
Dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan kurangnya kemurahan hati emosional—yaitu ketidakmampuan atau ketidakmauan seseorang untuk memberi empati, perhatian, dan dukungan emosional kepada orang lain.
Kemurahan hati emosional bukan tentang memberi hadiah atau bantuan materi, melainkan tentang kesediaan untuk hadir, mendengarkan, dan memahami perasaan orang lain.
Ketika aspek ini kurang berkembang, ada pola perilaku tertentu yang cenderung muncul.
Dilansir dari Expert Editor pada Senin (26/1), terdapat tujuh perilaku yang menurut psikologi sering ditunjukkan oleh orang yang kurang memiliki kemurahan hati secara emosional.
1. Sulit Menunjukkan Empati
Salah satu tanda paling jelas adalah kesulitan untuk berempati. Orang dengan kemurahan hati emosional yang rendah sering kali tidak mampu—atau tidak mau—melihat situasi dari sudut pandang orang lain. Ketika seseorang bercerita tentang kesedihan atau masalahnya, respons yang muncul cenderung datar, menghakimi, atau bahkan mengalihkan pembicaraan ke diri sendiri.
Alih-alih berkata, “Aku mengerti ini pasti berat untukmu,” mereka lebih mungkin berkata, “Ya, semua orang juga punya masalah.” Sikap ini membuat orang lain merasa tidak didengar dan tidak divalidasi.
2. Menghindari Percakapan Emosional yang Mendalam
Orang yang kurang murah hati secara emosional sering merasa tidak nyaman ketika pembicaraan mulai menyentuh emosi, perasaan, atau pengalaman pribadi. Mereka mungkin mengubah topik, bercanda secara berlebihan, atau bahkan menarik diri dari percakapan.
Dalam hubungan jangka panjang—baik pertemanan, keluarga, maupun romantis—penghindaran ini dapat menciptakan jarak emosional. Hubungan menjadi dangkal karena tidak ada ruang aman untuk berbagi perasaan yang lebih dalam.
3. Cenderung Fokus pada Diri Sendiri
Perilaku lain yang sering muncul adalah kecenderungan untuk selalu memusatkan perhatian pada kebutuhan, perasaan, dan kepentingan diri sendiri. Dalam percakapan, mereka sering mendominasi, jarang bertanya balik, dan kurang menunjukkan ketertarikan tulus terhadap pengalaman orang lain.
Psikologi memandang ini bukan selalu sebagai sikap egois yang disengaja, melainkan bisa menjadi mekanisme pertahanan diri. Namun, dampaknya tetap sama: orang di sekitarnya merasa tidak dianggap.
4. Meremehkan atau Menyederhanakan Perasaan Orang Lain
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
