
seseorang yang semakin sulit diajak bergaul seiring bertambahnya usia./Freepik/freepik
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak orang menyadari bahwa lingkaran sosial mereka semakin mengecil.
Nongkrong jadi jarang, kenalan baru terasa melelahkan, dan obrolan ringan yang dulu menyenangkan kini terasa hambar.
Fenomena ini sering dianggap wajar—dan memang, sampai batas tertentu, itu normal.
Namun menurut psikologi, ada sejumlah perilaku halus yang tanpa disadari bisa membuat seseorang semakin sulit diajak bergaul seiring bertambahnya usia.
Yang menarik, perilaku-perilaku ini jarang disadari oleh pelakunya. Mereka bukan orang jahat, bukan pula antisosial secara ekstrem.
Justru sering kali mereka adalah individu cerdas, berpengalaman, dan memiliki standar hidup yang jelas. Sayangnya, standar dan kebiasaan inilah yang perlahan menciptakan jarak dengan orang lain.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (25/1), terdapat delapan perilaku yang menurut psikologi sering muncul dan membuat seseorang semakin sulit bergaul tanpa mereka sadari.
1. Terlalu Nyaman dengan Rutinitas Sendiri
Semakin dewasa, seseorang biasanya menemukan ritme hidup yang terasa “pas”. Jam tidur teratur, aktivitas favorit sudah jelas, dan gangguan kecil saja bisa terasa mengusik. Masalahnya, hubungan sosial sering kali membutuhkan fleksibilitas.
Orang yang terlalu terikat pada rutinitas cenderung menolak ajakan spontan, enggan mencoba hal baru, atau merasa repot jika harus menyesuaikan diri dengan orang lain. Dalam jangka panjang, hal ini membuat mereka terlihat kaku dan “sulit diajak apa-apa”, meskipun sebenarnya hanya ingin menjaga kenyamanan pribadi.
2. Standar Toleransi yang Semakin Rendah
Pengalaman hidup mengajarkan banyak hal, termasuk mengenali perilaku yang tidak disukai. Namun, pengalaman juga bisa membuat seseorang menjadi kurang toleran. Hal-hal kecil yang dulu dianggap sepele—seperti cara bicara, selera humor, atau kebiasaan orang lain—kini terasa mengganggu.
Secara psikologis, ini berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan akan kontrol dan efisiensi emosional. Sayangnya, hubungan sosial tidak selalu rapi dan efisien. Ketika toleransi menurun, interaksi sosial pun terasa melelahkan.
3. Terlalu Sering Membandingkan dengan Masa Lalu
“Dulu teman-teman nggak kayak gini.”
“Zaman sekarang orang terlalu sensitif.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022