
seseorang yang selalu mencatat pesan telepon./Freepik/yanalya
JawaPos.com - Di tengah dunia kerja yang serba cepat, dering telepon sering kali datang di saat yang paling tidak tepat: ketika tenggat menumpuk, rapat sedang panas-panasnya, atau fokus sedang berada di puncak konsentrasi.
Namun, menurut sudut pandang psikologi kerja, ada satu kebiasaan kecil yang sering luput dari perhatian, tetapi memberi kesan besar di mata atasan—yaitu kebiasaan mencatat pesan telepon, bahkan ketika sedang sibuk sekalipun.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (17/1), bagi sebagian orang, mencatat pesan mungkin terlihat sepele.
Namun bagi para bos dan pemimpin tim, kebiasaan ini sering kali menjadi indikator karakter, pola pikir, dan profesionalisme seseorang.
Psikologi menyebut bahwa tindakan kecil yang konsisten justru mencerminkan kualitas kepribadian yang dalam. Tak heran jika karyawan dengan kebiasaan ini kerap lebih dipercaya dan diandalkan.
Lantas, sifat apa saja yang biasanya melekat pada orang-orang seperti ini? Berikut delapan di antaranya.
1. Bertanggung Jawab Tinggi terhadap Amanah
Dalam psikologi organisasi, tanggung jawab tidak selalu ditunjukkan lewat jabatan besar, tetapi melalui cara seseorang memperlakukan informasi. Orang yang mencatat pesan telepon menunjukkan bahwa ia memahami satu hal penting: pesan adalah amanah.
Bos cenderung menyukai tipe karyawan yang tidak menganggap enteng informasi sekecil apa pun. Bagi mereka, mencatat berarti memastikan tidak ada pesan yang hilang, terlupa, atau disalahartikan. Sikap ini memberi sinyal kuat bahwa orang tersebut bisa dipercaya untuk urusan yang lebih besar.
2. Memiliki Kesadaran Profesional yang Kuat
Mencatat pesan saat sibuk menandakan adanya batas yang jelas antara urusan pribadi dan profesional. Secara psikologis, ini menunjukkan tingkat professional awareness yang tinggi.
Orang seperti ini paham bahwa pekerjaan bukan sekadar menyelesaikan tugas, tetapi juga menjaga alur komunikasi tetap rapi. Para bos menyukai karyawan yang sadar akan perannya dalam sistem kerja, bukan hanya fokus pada dirinya sendiri.
3. Teliti dan Minim Kesalahan
Psikologi kognitif menyebut bahwa ingatan manusia sangat mudah terdistorsi, terutama saat berada di bawah tekanan. Orang yang memilih mencatat daripada mengandalkan ingatan menunjukkan kecenderungan teliti dan realistis.
Bos biasanya sangat menghargai ketelitian. Karyawan yang teliti cenderung jarang membuat kesalahan fatal, terutama dalam komunikasi. Mencatat pesan adalah bukti nyata bahwa ia lebih memilih akurasi daripada asumsi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022