
Ilustrasi orang yang tumbuh di keluarga kelas menengah ke bawah (Freepik)
JawaPos.com - Banyak orang berpikir ketika kondisi ekonomi membaik, cara hidup pun ikut berubah. Namun kenyataannya, kebiasaan yang terbentuk sejak kecil sering kali melekat kuat, bahkan ketika rekening bank sudah jauh lebih aman.
Dikutip dari laman Global English Editing, Sabtu (10/01), orang-orang yang tumbuh dalam keluarga kelas menengah bawah lalu berhasil naik secara ekonomi biasanya membawa “jejak mental” dari masa-masa sulit tersebut.
Jejak ini muncul dalam bentuk kebiasaan sehari-hari yang sulit dihilangkan. Berikut delapan di antaranya.
Bagi mereka yang dibesarkan dalam keterbatasan, label harga selalu lebih dulu dilihat daripada kualitas barang. Bahkan saat sudah mampu membeli yang mahal, dorongan untuk mencari yang paling murah tetap muncul secara otomatis.
Setiap kopi, parkir, atau belanja kecil terasa seperti ada suara mesin kasir di kepala. Ini adalah kebiasaan yang terbentuk dari masa ketika setiap rupiah sangat berarti.
Membeli barang hanya untuk kesenangan sering disertai rasa bersalah. Mereka terbiasa mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan karena dulu harus memilih mana yang paling penting.
Lemari penuh stok sabun, pasta gigi, atau makanan kaleng bukan hal aneh. Persediaan yang banyak memberi rasa aman, karena dulu kehabisan barang pokok bisa berarti masalah besar.
Restoran mahal, valet parkir, atau layanan premium sering terasa tidak “untuk orang seperti mereka”. Meski mampu, perasaan tidak pantas atau canggung masih kerap muncul.
Daripada membayar orang lain, mereka lebih memilih belajar dan mengerjakannya sendiri. Ini bukan hanya soal hemat, tetapi juga soal harga diri dan kemandirian yang terbentuk sejak kecil.
Setiap pembelian menjadi proyek riset kecil: bandingkan harga, baca ulasan, tunggu diskon. Kebiasaan ini berasal dari masa ketika salah memilih bisa berakibat besar.
Baju bernoda sedikit, kotak bekas, atau kabel lama tetap disimpan karena “siapa tahu masih berguna”. Bagi mereka, membuang barang yang masih layak pakai terasa seperti membuang uang.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
