Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Juli 2026 | 22.39 WIB

7 Kebiasaan Kelas Menengah yang Terkesan Dibuat-Buat oleh Orang Kaya Sejati Menurut Psikologi

seseorang yang memamerkan barang bermerek./Magnific/freepik - Image

seseorang yang memamerkan barang bermerek./Magnific/freepik

JawaPos.com - Perbedaan antara kelas menengah dan orang yang benar-benar kaya sering kali bukan hanya terletak pada jumlah uang yang dimiliki, tetapi juga pada cara berpikir, kebiasaan, dan hubungan mereka dengan status sosial.

Dalam psikologi, terdapat konsep bahwa manusia cenderung menggunakan simbol-simbol tertentu untuk menunjukkan identitas, keberhasilan, atau posisi sosial. Fenomena ini dikenal sebagai status signaling.

Menariknya, beberapa kebiasaan yang dianggap sebagai tanda kesuksesan oleh sebagian orang justru dipandang berlebihan atau kurang penting oleh mereka yang memiliki kekayaan dalam jumlah besar.

Hal ini bukan berarti semua orang kaya berpikir sama, tetapi berbagai penelitian dalam psikologi sosial dan perilaku konsumen menunjukkan adanya kecenderungan bahwa individu yang sudah merasa aman secara finansial tidak lagi memiliki kebutuhan besar untuk terus membuktikan statusnya kepada orang lain.

Dilansir dari Expert Editor pada MInggu (5/7), terdapat tujuh kebiasaan kelas menengah yang sering dianggap "dibuat-buat" oleh orang kaya sejati menurut sudut pandang psikologi.

1. Terlalu Sering Memamerkan Barang Bermerek

Banyak orang menganggap tas, jam tangan, mobil, atau pakaian bermerek sebagai simbol keberhasilan. Tidak sedikit yang rela menghabiskan sebagian besar penghasilannya demi memiliki produk dengan logo yang mudah dikenali.

Dalam psikologi, perilaku ini berkaitan dengan conspicuous consumption, yaitu konsumsi yang bertujuan memperlihatkan status sosial kepada orang lain.

Sebaliknya, orang yang benar-benar kaya sering kali tidak merasa perlu menunjukkan kekayaannya melalui logo besar atau barang yang mencolok. Mereka lebih memilih kualitas, kenyamanan, dan nilai jangka panjang dibandingkan sekadar pengakuan sosial.

Mereka memahami bahwa rasa percaya diri yang berasal dari kondisi finansial yang stabil jauh lebih kuat daripada validasi dari penampilan luar.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore