
Ilustrasi kebiasaan orang usia 70 tahun yang membuat otak tetap tajam seperti usia 30-an (freepik)
JawaPos.com - Memasuki usia 70 tahun bukan berarti kemampuan berpikir ikut menurun. Justru, banyak orang lanjut usia yang tetap mampu mengingat detail kecil, berpikir jernih, dan beradaptasi dengan perubahan lebih baik dibanding mereka yang jauh lebih muda.
Hal ini bukan soal usia biologis, melainkan tentang kebiasaan yang terus menjaga otak tetap aktif dan terlatih.
Dikutip dari laman Global English Editing, Sabtu (10/01), orang-orang yang memiliki daya pikir luar biasa di usia lanjut biasanya menjalani kebiasaan tertentu secara alami tanpa merasa terpaksa. Berikut sepuluh di antaranya yang membuat pikiran tetap setajam di usia muda.
Belajar keterampilan baru—seperti bermain alat musik atau mempelajari bahasa asing—membantu otak membentuk koneksi saraf baru. Ketika belajar dilakukan dengan rasa senang, bukan paksaan, otak menjadi lebih fleksibel dan aktif.
Menguasai ponsel pintar, aplikasi, atau panggilan video melatih otak untuk beradaptasi. Setiap tantangan teknologi yang berhasil diatasi memperkuat kemampuan otak dalam berpikir dan memecahkan masalah.
Mereka yang masih suka bertanya, membaca hal baru, dan menonton dokumenter tentang dunia yang belum dikenal, menjaga otaknya tetap hidup. Rasa ingin tahu mencegah pikiran menjadi stagnan.
Baik melalui permainan seperti catur, merencanakan perjalanan, atau mengatur kegiatan keluarga, berpikir beberapa langkah ke depan melatih fungsi eksekutif otak agar tetap tajam.
Menulis jurnal atau sekadar merenung tentang hari yang telah dilalui membantu otak mengolah emosi dan menyimpan memori dengan lebih baik. Refleksi mengubah pengalaman menjadi kebijaksanaan.
Berbicara, berdiskusi, dan tertawa bersama orang lain melatih banyak fungsi otak sekaligus. Interaksi sosial membuat otak terus bekerja dan terhindar dari kemunduran akibat isolasi.
Menerima perubahan dengan sikap positif dan humor menunjukkan fleksibilitas kognitif yang tinggi. Otak yang mudah menyesuaikan diri cenderung lebih awet muda.
Mampu mengakui kesalahan dan mengubah pandangan berdasarkan informasi baru adalah tanda kecerdasan mental. Sikap ini menjaga otak tetap terbuka dan berkembang.
Memasak, berkebun, atau bermain musik melibatkan berbagai indra sekaligus. Aktivitas multisensorik menciptakan jaringan saraf yang lebih kaya dan kuat.
Entah itu menjaga resep keluarga, mendokumentasikan sejarah, atau membimbing orang lain, memiliki tujuan memberi arah dan motivasi. Otak pun tetap terstimulasi dan berorientasi ke depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022