
seseorang yang bangkit lebih kuat./Freepik/marymarkevich
Jawapos.com - Kegagalan sering kali datang tanpa permisi. Ia bisa muncul dalam bentuk bisnis yang runtuh, hubungan yang berakhir, target karier yang meleset, atau keputusan besar yang ternyata salah arah.
Pada momen seperti itu, banyak orang terjebak dalam satu pertanyaan menyakitkan: “Kenapa ini terjadi pada saya?”
Psikologi modern memandang kegagalan bukan sebagai akhir, melainkan titik kritis—sebuah persimpangan yang menentukan apakah seseorang akan terpuruk lebih dalam atau justru bangkit dengan fondasi mental yang lebih kuat.
Cara Anda bertindak segera setelah gagal sangat menentukan masa depan Anda.
Dilansir dari Geediting pada Senin (15/12), terdapat 7 tindakan penting yang secara psikologis terbukti membantu seseorang bangkit kembali setelah kegagalan, bukan hanya pulih, tetapi juga bertumbuh.
1. Izinkan Diri Merasa Gagal, Jangan Menyangkalnya
Kesalahan terbesar setelah kegagalan adalah berpura-pura baik-baik saja. Psikologi emosi menegaskan bahwa emosi yang ditekan tidak pernah benar-benar hilang—ia hanya menunggu waktu untuk muncul dalam bentuk stres, kecemasan, atau kelelahan mental.
Merasa sedih, kecewa, marah, atau malu adalah respons yang normal dan sehat. Mengizinkan diri merasakan emosi ini bukan tanda kelemahan, melainkan langkah awal pemulihan.
Dengan mengakui kegagalan secara jujur, otak mulai memproses pengalaman tersebut sebagai peristiwa yang bisa dipelajari, bukan ancaman permanen.
Ingat: menerima perasaan bukan berarti menyerah, tetapi membuka pintu untuk bangkit.
2. Pisahkan Identitas Diri dari Kegagalan
Dalam psikologi kognitif, ada jebakan mental bernama overgeneralization—ketika seseorang menyimpulkan, “Aku gagal, berarti aku adalah orang gagal.” Ini adalah kesalahan berpikir yang sangat merusak harga diri.
Faktanya, Anda bukan kegagalan. Anda adalah seseorang yang mengalami kegagalan. Perbedaannya sangat besar.
Saat Anda melekatkan kegagalan pada identitas diri, motivasi akan runtuh. Namun saat Anda melihatnya sebagai peristiwa terpisah, Anda memberi ruang bagi perbaikan.
3. Hentikan Menyalahkan Diri Berlebihan, Mulai Refleksi Objektif
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022