
seseorang yang kuat secara mental di usia tua./Freepik/Drazen Zigic
JawaPos.com - Usia 70 tahun ke atas sering kali dipandang sebagai fase penurunan—fisik melemah, lingkar sosial menyempit, dan perubahan hidup datang silih berganti. Namun psikologi modern menunjukkan gambaran yang jauh lebih bernuansa.
Banyak lansia justru tampil dengan ketenangan, ketangguhan mental, dan kebijaksanaan emosional yang tidak dimiliki generasi lebih muda.
Menariknya, kekuatan mental di usia lanjut bukan hasil keberuntungan semata. Ia dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Rutinitas sederhana ini mungkin tampak sepele, tetapi dampaknya sangat besar terhadap kesehatan mental, rasa makna hidup, dan ketahanan menghadapi perubahan.
Dilansir dari Geediting pada Senin (15/12), terdapat delapan rutinitas kecil yang, menurut psikologi, hampir selalu dimiliki oleh orang-orang yang tetap kuat secara mental di usia 70-an ke atas.
1. Memulai Hari dengan Ritme yang Stabil, Bukan Terburu-buru
Orang yang kuat secara mental di usia lanjut tidak memulai hari dengan tergesa-gesa. Mereka memiliki ritme pagi yang relatif konsisten—bangun di jam yang sama, melakukan aktivitas ringan, dan memberi waktu pada diri sendiri untuk “hadir”.
Dalam psikologi, rutinitas yang stabil memberi rasa kontrol dan prediktabilitas, dua hal yang sangat penting ketika usia membawa banyak perubahan di luar kendali.
Pagi yang tenang membantu sistem saraf tetap seimbang dan menurunkan kecemasan sepanjang hari.
2. Menjaga Koneksi Sosial, Meski dalam Lingkaran Kecil
Bukan jumlah teman yang penting, melainkan kualitas hubungan. Lansia yang kuat secara mental biasanya tetap menjaga kontak rutin—entah lewat obrolan singkat dengan tetangga, menelepon anak atau cucu, atau berbincang dengan teman lama.
Psikologi sosial menegaskan bahwa rasa terhubung adalah kebutuhan dasar manusia. Di usia lanjut, koneksi ini menjadi penopang utama kesehatan mental dan mencegah rasa kesepian yang sering menjadi pemicu depresi.
3. Menerima Perubahan Tanpa Terjebak Penolakan
Mereka tidak menghabiskan energi untuk melawan kenyataan usia. Keterbatasan fisik, perubahan peran sosial, bahkan kehilangan orang terdekat diterima dengan kesadaran, bukan perlawanan emosional berlebihan.
Sikap ini sejalan dengan konsep psychological acceptance, yaitu kemampuan menerima hal-hal yang tidak bisa diubah sambil tetap fokus pada apa yang masih bisa dijalani. Penerimaan ini justru membuat mental lebih ringan dan fleksibel.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
