Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Desember 2025 | 21.02 WIB

Orang yang Tersenyum di Depanmu tetapi Bergosip di Belakangmu Selalu Menunjukkan 9 Perilaku Halus Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tersenyum di depan tetapi bergosip di belakang./Freepik/freepik - Image

seseorang yang tersenyum di depan tetapi bergosip di belakang./Freepik/freepik

JawaPos.com - Di kehidupan sosial, tidak semua senyum berarti ketulusan. Ada orang yang tampak ramah, hangat, bahkan seolah mendukungmu sepenuh hati saat berbicara langsung.

Namun ketika kamu membalikkan badan, kata-kata yang keluar dari mulutnya justru berubah menjadi gosip, sindiran, atau cerita yang merugikan namamu.

Fenomena ini sering membuat banyak orang merasa dikhianati, bingung, dan mempertanyakan penilaian diri sendiri.

Psikologi memandang perilaku seperti ini bukan sebagai kebetulan semata. Ada pola-pola halus yang biasanya muncul berulang, meski sering luput disadari karena dibungkus sikap sopan dan senyum manis.

Orang-orang seperti ini jarang menunjukkan niat buruk secara terang-terangan. Sebaliknya, mereka bergerak dengan cara yang sangat subtil.

Dilansir dari Geediting pada Senin (15/12), terdapat sembilan perilaku halus yang sering ditunjukkan oleh orang yang tersenyum di depanmu, tetapi bergosip di belakangmu, menurut sudut pandang psikologi.

1. Senyumnya Terlihat “Tepat”, Tapi Tidak Hangat

Secara psikologis, senyum tulus melibatkan emosi dan otot wajah tertentu, terutama di sekitar mata.

Orang yang berpura-pura ramah sering menampilkan senyum yang terasa pas secara sosial, namun kosong secara emosional.

Mata mereka tidak ikut tersenyum, dan ekspresi itu mudah menghilang begitu interaksi selesai.

Senyum seperti ini biasanya digunakan sebagai alat sosial, bukan sebagai ekspresi perasaan yang sebenarnya.

2. Sangat Ramah di Depan Umum, Berubah di Situasi Privat

Di depan banyak orang, mereka bisa menjadi sosok paling suportif, penuh pujian, dan tampak membelamu.

Namun dalam percakapan empat mata, atau ketika situasi lebih tenang, sikapnya terasa dingin, defensif, atau bahkan sedikit meremehkan.

Psikologi melihat ini sebagai tanda manajemen citra: mereka ingin terlihat baik di mata publik, tetapi tidak benar-benar peduli pada hubungan personal.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore