
seseorang yang sebenarnya merasa tidak aman./Freepik/stockking
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai orang yang tampak percaya diri: mereka berbicara lantang, menunjukkan pencapaian, atau menonjolkan kelebihan tertentu.
Namun, psikologi telah lama mencatat sebuah pola menarik—bahwa semakin keras seseorang membanggakan sesuatu, semakin besar kemungkinan itu adalah area di mana mereka paling merasa tidak aman.
Fenomena ini sering disebut sebagai “overcompensation”, yaitu ketika seseorang menguatkan suatu citra demi menutupi kecemasan atau kekurangan yang mereka rasakan jauh di dalam diri.
Di balik kebanggaan yang tampak berlebihan, ada kebutuhan untuk meyakinkan diri sendiri… bukan orang lain.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (4/12), terdapat tujuh hal yang jika seseorang terlalu sering membanggakannya, seringkali justru menunjukkan rapuhnya percaya diri mereka menurut psikologi.
1. Membanggakan Kekayaan dan Harta
Orang yang benar-benar mapan biasanya tidak perlu menceritakan kekayaannya.
Sebaliknya, mereka yang kerap memamerkan barang mahal, saldo rekening, atau gaya hidup glamor sering kali sedang menutupi ketakutan akan dianggap tidak cukup berharga.
Menurut teori social comparison, sebagian orang menggantungkan harga diri pada apa yang terlihat dari luar—dan materi menjadi pelarian paling mudah.
2. Membanggakan Kesuksesan Secara Berlebihan
Mencapai kesuksesan itu wajar dibagikan.
Namun ketika seseorang menyebut prestasinya setiap kali ada kesempatan, mengarahkan percakapan ke dirinya, atau menuntut pengakuan terus-menerus, itu dapat menunjukkan adanya rasa takut gagal.
Mereka bukan hanya ingin orang lain tahu bahwa mereka sukses—mereka ingin meyakinkan diri sendiri bahwa mereka memang layak dipuji.
3. Membanggakan Kebijaksanaan atau Kepintaran
Ada perbedaan antara menjadi pintar dan ingin terlihat pintar.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
