
Ilustrasi seseorang yang terlihat ragu-ragu dan kaku saat berada di tengah kerumunan, mencerminkan ketidaknyamanan sosial./Freepik
JawaPos.com - Dalam interaksi sehari-hari, kita sering mencapai frasa-frasa "aman" ketika merasa tidak yakin atau gugup dalam percakapan.
Kebiasaan ini adalah hal yang wajar bagi banyak orang, namun frasa pengaman tersebut dapat menghambat koneksi yang lebih dalam.
Perlu dipahami bahwa kecanggungan sosial bukanlah sebuah kekurangan; melansir dari Geediting.com Kamis (30/10), hal itu justru sinyal bahwa otak sedang mencari kepastian.
Kunci untuk mengatasi rasa canggung adalah dengan memiliki rencana komunikasi yang lebih baik. Hal ini akan membuat kita merasa lebih mantap tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain yang bukan diri kita. Mari kita bahas sepuluh frasa yang sering diandalkan oleh orang yang canggung secara sosial dan apa yang bisa diucapkan sebagai gantinya.
1. "Maaf..."
Penggunaan kata "maaf" yang berlebihan dapat melatih orang lain melihat Anda sebagai gangguan, bukan kontribusi yang berharga. Apologi yang kronis justru memusatkan perhatian pada kesalahan yang Anda anggap Anda lakukan, bukan pada pesan yang ingin disampaikan. Coba ganti dengan "Terima kasih sudah menunggu" atau "Bolehkah saya menambahkan sesuatu?".
2. "Mungkin aku terlalu memikirkannya."
Melabeli diri sendiri sebagai "terlalu memikirkan" sesuatu berarti Anda sudah melemahkan argumen Anda sebelum didengar orang lain. Anda bisa saja melihat detail penting yang terlewatkan oleh kelompok Anda. Ganti dengan "Ada satu detail yang sedang saya pertimbangkan" untuk menyampaikan ide Anda tanpa meragukannya.
3. "Aku tidak ingin mengganggumu."
Frasa ini memproyeksikan citra bahwa Anda adalah ketidaknyamanan bagi orang lain, padahal itu tidak benar. Jika Anda benar-benar membutuhkan sesuatu, mintalah dengan jelas. Coba ganti dengan "Apakah Anda punya waktu lima menit sore ini untuk melihat ini?".
4. "Apakah itu masuk akal?"
Ungkapan ini, meskipun terdengar sopan, secara implisit menyiratkan bahwa penjelasan Anda mungkin membingungkan atau kurang jelas. Lebih baik ganti dengan "Pertanyaan apa yang Anda miliki?" atau "Bagian mana yang perlu kita bahas lebih lanjut?".
5. "Aku cuma bercanda."
Menggunakan "cuma bercanda" sebagai tameng ketika lelucon tidak berhasil hanya akan menghindari tanggung jawab atas komentar Anda. Lebih baik akui saja dengan jujur. Anda bisa berkata, "Candaanku tidak kena, salahku" lalu kembali ke percakapan utama.
6. "Lupakan saja."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
