
Ilustrasi memilah sampah botol plastik dengan kertas. (Freepik)
JawaPos.com — Memilah sampah sering dianggap sebagai aktivitas yang merepotkan. Bahkan ada yang merasa sia-sia melakukan pemilahan sampah karena ujung-ujungnya akan dicampur kembali oleh petugas sampah.
Padahal, memilah sampah adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawak kita terhadap lingkungan. Dengan memilahnya, sampah akan memiliki potensi daur ulang.
Selain menunjukkan kepedulian akan lingkungan, ternyata memilah sampah juga bisa menjadi tanda dan cara untuk melatih kesadaran diri atau self awareness dan sejauh mana empati sosial kita.
Memilah Sampah Menunjukkan Sikap Positif Atas Self Awareness
Self awareness merupakan kemampuan untuk memahami diri, baik memahami emosi, pikiran, kelebihan, kekurangan, hingga perilaku. Dengan kesadaran diri atau self awareness yang baik, maka seseorang mampu mengatur diri dengan baik pula, terutama saat dihadapkan dengan berbagai masalah.
Berdasarkan jurnal penelitian berjudul Bridging The Gap: Transforming Waste Management Awareness Into Action, tingkat kesadaran seseorang terhadap pengelolaan sampah berkaitan erat dengan sikap positif yang ditunjukkannya. Salah satu bentuk sikap positif tersebut adalah kebiasaan memilah sampah.
Kesadaran untuk memilah sampah menjadi cerminan dari seberapa besar tanggung jawab dan kepedulian individu dalam menghadapi permasalahan lingkungan akibat sampah.
Memilah Sampah Menunjukkan Bagaimana Empati Sosial Seseorang
Masalah sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpengaruh pada kehidupan sosial manusia. Banyak orang yang terlibat dan terdampak oleh persoalan ini, mulai dari tetangga, petugas kebersihan, hingga anggota keluarga di rumah.
Sebuah penelitian berjudul I Can Feel Your Pain menemukan bahwa tindakan peduli lingkungan dapat memicu munculnya empati. Saat seseorang melakukan aksi lingkungan, seperti menangani atau memilah sampah, mereka cenderung membayangkan orang atau makhluk lain yang terdampak akibat kerusakan lingkungan.
Empati ini menimbulkan rasa bersalah sekaligus tanggung jawab moral. Ketika seseorang mampu merasakan dampak negatif terhadap sesama manusia atau makhluk hidup lain, ia akan lebih terdorong untuk berperilaku ramah lingkungan, salah satunya dengan rajin memilah sampah.
Dengan kata lain, empati menjadi faktor penting yang mendorong seseorang untuk bertindak dalam mengatasi masalah sampah. Jadi, jika kamu terbiasa memilah sampah, bisa jadi kemampuan empati sosialmu sudah terasah dengan baik.
Karena itu, jangan anggap remeh kebiasaan memilah sampah. Kegiatan sederhana ini bukan hanya bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga proses melatih kesadaran diri (self-awareness) dan empati dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
