Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 16.14 WIB

7 Ungkapan Tenang yang Dipakai Orang Berkecerdasan Emosional di Momen Tegang

Dua orang sedang berdiskusi dengan tenang, menunjukkan penggunaan komunikasi cerdas emosional di tengah ketegangan./Freepik - Image

Dua orang sedang berdiskusi dengan tenang, menunjukkan penggunaan komunikasi cerdas emosional di tengah ketegangan./Freepik

JawaPos.com - Saat berada dalam situasi tegang, kebiasaan respons kita akan muncul secara otomatis. Kebanyakan orang cenderung membela diri, menjelaskan panjang lebar, atau malah diam seribu bahasa. Ada jalan lain, yaitu menggunakan ungkapan-ungkapan tenang.

Ungkapan-ungkapan sederhana ini berfungsi meredakan situasi tegang. Melansir dari Geediting.com Sabtu (11/10), beberapa frasa kunci dapat membuka ruang dialog yang bermartabat. Menggunakan frasa ini membantu Anda menjaga martabat diri.

Berikut adalah tujuh frasa tenang yang digunakan oleh orang cerdas emosional:

  1. "Mari kita perlambat sebentar."

Konflik sering dipercepat oleh adrenalin yang melonjak. Kalimat ini memberi jeda bagi semua orang untuk bernapas dan berpikir jernih. Frasa ini menunjukkan Anda tidak ingin menghindari percakapan, hanya mengubah kecepatannya.

  • "Bantu saya memahami apa yang paling penting bagimu barusan."

  • Frasa ini mengalihkan fokus dari detail-detail pertengkaran menuju nilai inti yang dipertaruhkan. Anda menunjukkan rasa hormat terhadap pengalaman lawan bicara. Ini membantu menemukan solusi yang terasa seperti kepedulian.

  • "Saya dengar kamu. Inilah yang saya tangkap—apakah saya benar?"

  • Ungkapan ini menunjukkan bahwa Anda mendengarkan secara aktif. Ini mengundang koreksi tanpa perlu bersikap defensif atau egois. Meminta konfirmasi mengubah pernyataan menjadi jembatan pemahaman.

  • "Saya butuh satu menit untuk berpikir agar bisa merespons, bukan bereaksi."

  • Pernyataan ini melindungi diri Anda di masa depan dari penyesalan. Ini juga menghormati orang lain karena jawaban reaktif seringkali menimbulkan masalah baru. Anda memilih versi diri yang mampu menangani situasi.

  • "Apa yang terasa adil bagimu saat ini?"

  • Pertanyaan ini mengundang pihak lain untuk berpindah dari keluhan ke proposal nyata. Ini juga membantu mengungkap harapan yang sebenarnya dapat dinegosiasikan. Anda mengumpulkan data, bukan langsung menyetujui.

  • "Kita berada di sisi yang sama—bagaimana kita bisa menyelesaikan ini bersama?"

  • Frasa ini menarik semua orang kembali ke meja yang sama, menjadikan masalah sebagai lawan, bukan orangnya. Ini membingkai ulang ketegangan. Frasa ini mengubah energi dari upaya menang menjadi upaya perbaikan.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore