Ilustrasi seseorang yang merasa canggung dalam situasi sosial (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Tidak semua orang terlahir dengan kemampuan sosial yang luwes. Ada orang yang bisa dengan mudah membuka percakapan dengan siapa pun, dan ada pula yang merasa lidahnya terkunci ketika harus berbasa-basi di acara sosial.
Dilansir dari Geediting pada Senin (6/10), jika Anda termasuk tipe kedua, tenang saja, bukan berarti Anda tidak pandai bersosialisasi. Kemampuan berbasa-basi sebenarnya bukan bakat alami, melainkan keterampilan sosial yang bisa dipelajari dan dilatih.
Menurut psikologi sosial, small talk (basa-basi) berfungsi sebagai "jembatan" untuk membangun koneksi emosional. Ia bukan sekadar obrolan ringan, tetapi juga sinyal bahwa kita terbuka, aman didekati, dan tertarik pada orang lain.
Nah, berikut delapan trik berbasa-basi yang terbukti efektif membantu orang canggung menjadi lebih nyaman dalam situasi sosial.
1. Mulailah dari Lingkungan Sekitar
Ketika otak terasa kosong dan tak tahu harus bicara apa, lihat sekeliling. Komentar ringan tentang suasana, musik, atau makanan bisa jadi pembuka yang alami.
Misalnya, "Tempatnya cozy banget, ya," atau "Saya suka playlist-nya, cocok banget buat sore kayak gini."
Menurut psikologi komunikasi, percakapan yang dimulai dari konteks lingkungan terasa lebih spontan dan tidak memaksa, sehingga menurunkan rasa tegang baik bagi Anda maupun lawan bicara.
2. Gunakan Pertanyaan Terbuka
Daripada bertanya dengan jawaban "ya" atau "tidak", ajukan pertanyaan yang mendorong lawan bicara bercerita lebih panjang.
Misalnya, bukan "Kamu kerja di sini juga?" tetapi "Gimana rasanya kerja di sini sejauh ini?"
Psikolog sosial menyebut teknik ini sebagai conversational scaffolding, memberi ruang agar percakapan bisa mengalir secara alami dan memberi Anda waktu untuk menyesuaikan diri.
3. Beri Komentar Positif yang Tulus
Memberi pujian kecil yang jujur bisa mencairkan suasana dengan cepat.
Misalnya, "Saya suka gaya bicara kamu, tenang tapi jelas," atau "Warna bajumu bagus, cocok banget."
Menurut riset dari University of Pennsylvania, pujian yang tulus memicu respons sosial positif karena otak manusia secara naluriah menyukai pengakuan. Namun ingat, kuncinya ada pada ketulusan, jangan dibuat-buat.
4. Cerminkan Bahasa Tubuh Lawan Bicara

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
