
Ilustrasi dua orang yang sedang berinteraksi, namun salah satu orang melihat ke samping, mencerminkan adanya pemutusan kontak mata./Freepik
JawaPos.com - Kontak mata adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal paling kuat dan langsung di dunia.
Ketika seseorang berulang kali menghindar atau memutus tatapan mata, itu mengirimkan sinyal yang jauh lebih dalam daripada sekadar gugup. Kebiasaan ini sering kali merupakan cerminan dari dinamika internal yang kompleks.
Melansir dari Geediting.com Selasa (30/9), psikologi telah mengaitkan perilaku ini dengan tujuh sifat kepribadian yang berbeda. Memahami ciri-ciri ini membantu kita menafsirkan bahasa tubuh tersebut secara lebih akurat. Mari kita selami tujuh sifat yang mendasari perilaku memutus kontak mata.
1. Individu yang Introvert
Orang yang sering memutus kontak mata mungkin adalah seorang introvert sejati. Bagi mereka, interaksi sosial yang berlebihan dapat terasa sangat menguras energi. Mereka cenderung memproses pikiran secara internal, sehingga kontak mata yang lama terasa membebani.
2. Seorang Pemikir yang Mendalam
Memutus kontak mata bisa menjadi tanda pemikir yang mendalam sedang berkonsentrasi pada suatu isu. Mereka sering "melihat ke kejauhan" untuk fokus secara internal pada pemikirannya. Tindakan ini membantu mereka menganalisis dan menemukan solusi kreatif.
3. Berjuang dengan Harga Diri Rendah
Sering memutus kontak mata kadang kala mencerminkan perjuangan dengan harga diri yang rendah. Orang ini mungkin merasa tidak layak mendapat perhatian penuh dari orang lain. Mereka mungkin merasa kewalahan atau tidak nyaman dengan perhatian intens.
4. Lebih Sensitif dari Rata-Rata
Mereka mungkin adalah individu yang sangat sensitif yang memproses data sensorik lebih dalam. Kontak mata dapat terasa terlalu intens dan membanjiri mereka dengan isyarat emosional. Memutus kontak mata adalah cara otak mereka mengelola kelebihan informasi sensorik.
5. Menghargai Kejujuran Tinggi
Satu di antara sifat menarik, individu ini sangat menghargai kejujuran dan transparansi dalam hubungan. Mereka cenderung fokus pada penyampaian pikiran secara akurat daripada mempertahankan tatapan stabil. Mereka lebih memprioritaskan kebenaran dalam ucapannya.
6. Melindungi Diri Sendiri
Memutus kontak mata dapat menjadi mekanisme bawah sadar untuk melindungi diri dari potensi penilaian atau kritik. Mereka berusaha menciptakan ruang aman dengan menghindari tatapan langsung. Tindakan ini sering berakar dari pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
