Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 20.43 WIB

7 Ungkapan yang Sering Digunakan Orang Minim Belas Kasih Tanpa Sadar Dampaknya

Ilustrasi seseorang yang menutup telinga dengan ekspresi dingin saat orang lain sedang berbicara dan tampak sedih, mencerminkan kurangnya belas kasih./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang menutup telinga dengan ekspresi dingin saat orang lain sedang berbicara dan tampak sedih, mencerminkan kurangnya belas kasih./Freepik

JawaPos.com - Kata-kata memiliki kekuatan besar yang mampu membangun atau justru meruntuhkan perasaan orang lain.

Sayangnya, ada beberapa individu yang cenderung kurang memiliki belas kasih atau empati dalam interaksi mereka. Kekurangan ini sering tercermin jelas dari frasa yang mereka pilih untuk digunakan.

Melansir dari Geediting.com Minggu (28/9), terdapat tujuh ungkapan khusus yang sering digunakan oleh orang-orang tanpa belas kasih.

Frasa-frasa ini diucapkan tanpa menyadari betapa parah kerusakan emosional yang ditimbulkannya. Mari kita cermati tujuh ungkapan merusak tersebut agar kita bisa menghindarinya.

1. "Hanya urusan bisnis"

Frasa ini sering digunakan untuk melepaskan diri dari tanggung jawab emosional atas keputusan yang menyakitkan. Ungkapan ini menjadi izin untuk membenarkan tindakan yang mungkin berdampak buruk pada orang lain. Ini adalah cara memisahkan diri dari konsekuensi kemanusiaan yang ada.

2. "Saya tidak punya waktu untuk ini"

Dalam dunia yang serba cepat, godaan untuk menampik masalah orang lain dengan kalimat ini sangatlah besar. Mengucapkan ini menunjukkan kurangnya belas kasih dan meremehkan masalah yang sedang dihadapi orang lain. Semua orang membutuhkan waktu untuk didengarkan, meskipun Anda sedang sibuk.

3. "Hukum rimba"

Ungkapan ini sering dilontarkan oleh mereka yang minim belas kasih untuk membenarkan perilaku kejam dan egois. Frasa ini menyiratkan dunia adalah tempat yang keras, sehingga setiap orang harus bersikap keras untuk bertahan. Ini adalah cara melihat kebaikan sebagai kelemahan semata.

4. "Itu bukan masalah saya"

Ini adalah cara yang cepat dan mudah untuk melepaskan diri dari tanggung jawab atas penderitaan orang lain. Ungkapan ini menunjukkan penolakan untuk berempati dan mengabaikan perjuangan yang dialami orang lain. Padahal, menunjukkan pemahaman sudah bisa menjadi bentuk dukungan.

5. "Kamu terlalu sensitif"

Satu di antara frasa paling menyakitkan ini digunakan untuk membatalkan pengalaman atau perasaan orang lain. Kalimat ini menyiratkan bahwa masalahnya ada pada reaksi emosional mereka, bukan pada ucapan atau tindakan Anda. Ungkapan ini membuat seseorang merasa kecil dan tidak dipahami.

6. "Dunia ini kejam"

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore