Ilustrasi retail therapy./Freepik.
JawaPos.com – Mengapa kita suka belanja dikala stres adalah pertanyaan yang sering muncul ketika melihat orang (atau bahkan diri sendiri) tiba-tiba checkout keranjang penuh barang setelah hari yang melelahkan.
Belanja memang sering dianggap cara instan untuk menghibur diri, memberi rasa lega, atau sekadar melupakan masalah sejenak.
Fenomena ini ternyata bukan hal sepele. Data menunjukkan sekitar 74% orang pernah melakukan “stress shopping”, dan 40% di antaranya mengaku berbelanja untuk menenangkan diri.
Menariknya, generasi muda (16–24 tahun) lebih rentan dengan angka mencapai 62%, dan perempuan 12% lebih mungkin melakukannya dibanding pria.
Bahkan, penelitian menemukan sekitar 6% populasi AS mengalami compulsive buying disorder, dengan hampir 90% kasus dialami perempuan.
Kondisi ini tidak hanya soal kebiasaan konsumtif, tapi juga terkait dengan depresi, kecemasan, hingga gangguan kesehatan mental lainnya.
Lalu, apa yang sebenarnya membuat kita terdorong untuk belanja saat stres, dan apa dampak psikologis di baliknya?
Simak penjelasannya berikut ini yang dilansir dari HCL Healthcare dan New York Post.
Mengapa Kita Suka Belanja Saat Stres?
Belanja sering dianggap sebagai “obat instan” ketika hati sedang tidak tenang.
Setelah menghadapi tekanan kerja, masalah keuangan, atau bahkan sekadar bad mood, tak sedikit orang yang tiba-tiba checkout keranjang online.
Fenomena ini dikenal sebagai retail therapy, dan di baliknya ada alasan psikologis yang cukup dalam.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022