Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 September 2025 | 02.37 WIB

Rahasia di Balik Kebiasaan Menunda Pekerjaan: Faktor Psikologis, Dampak Buruk, dan Tips Menghentikannya

ILustrasi menunda pekerjaan

JawaPos.com – Banyak orang sering merasa bersalah setelah menunda pekerjaan penting, namun tetap saja kebiasaan itu berulang. Fenomena ini dikenal sebagai prokrastinasi, dan menurut para ahli psikologi, penyebabnya lebih kompleks daripada sekadar malas atau tidak disiplin.

Psikolog klinis Marissa Medi, lewat unggahannya di TikTok, menjelaskan bahwa menunda pekerjaan erat kaitannya dengan cara otak mengelola emosi. Prokrastinasi kerap muncul ketika seseorang merasa cemas terhadap hasil pekerjaannya. Alih-alih menghadapi rasa tidak nyaman, otak mencari jalan pintas berupa aktivitas lain yang terasa lebih menyenangkan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Indah SJ, M.Psi., Psikolog, yang menyebut bahwa menunda pekerjaan sering kali menjadi mekanisme coping. “Seseorang mungkin merasa takut gagal, sehingga ia memilih menunda agar tidak perlu langsung berhadapan dengan kemungkinan buruk,” jelasnya dalam salah satu konten edukatif.

Konten serupa juga dibahas dalam video YouTube Satu Persen – Indonesia Life School, yang menekankan bahwa prokrastinasi dipengaruhi oleh faktor internal seperti perfeksionisme, rendahnya kepercayaan diri, serta kebutuhan akan kepuasan instan.

“Kita sering menunda karena otak lebih memilih aktivitas yang memberi rasa senang cepat, meski dampaknya jangka pendek,” ungkap narator dalam video tersebut.

Fenomena ini semakin diperkuat dengan penjelasan Judith Yapitana, kreator konten kesehatan mental di TikTok, yang menyebutkan bahwa prokrastinasi bukan tanda kurang produktif semata. Menurutnya, ada aspek psikologis yang membuat seseorang sulit memulai pekerjaan, salah satunya perasaan kewalahan karena beban tugas terlalu besar.

Dampak Prokrastinasi

Menunda pekerjaan memang terasa melegakan sesaat, tetapi dalam jangka panjang dapat menimbulkan konsekuensi serius. Rasa bersalah, stres, hingga menurunnya kualitas kerja kerap dialami oleh mereka yang terbiasa menunda. Bahkan, dalam beberapa kasus, prokrastinasi dapat memperburuk kondisi kesehatan mental karena menumpuknya kecemasan.

Menurut psikolog Alicia Eva, kebiasaan menunda justru membuat seseorang masuk ke lingkaran setan. “Awalnya ingin mengurangi stres dengan menunda, tapi akhirnya stres semakin besar karena tugas makin menumpuk,” ujarnya.

Cara Mengatasi Prokrastinasi

Mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan membutuhkan kesadaran dan strategi yang tepat. Para ahli merekomendasikan beberapa langkah sederhana:

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore