Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 03.17 WIB

Jika Anda Ingin Pertengahan Tahun Terasa Lebih Mudah, Lepaskan 7 Kebiasaan yang Menguras Energi Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menjadikan pertengahan tahun terasa lebih muda / foto: Magnific/stockking - Image

seseorang yang menjadikan pertengahan tahun terasa lebih muda / foto: Magnific/stockking

JawaPos.com - Ada sesuatu yang unik tentang pertengahan tahun.

Semangat yang menggebu-gebu di awal Januari mulai memudar. Target yang dulu terasa realistis kini tampak lebih berat. Rutinitas kembali mengambil alih, sementara daftar tugas terus bertambah.

Banyak orang mengira kelelahan yang mereka rasakan berasal dari terlalu banyak pekerjaan. Namun menurut psikologi, sering kali sumber kelelahan terbesar bukanlah apa yang kita lakukan, melainkan kebiasaan mental yang kita pelihara setiap hari tanpa sadar.

Kebiasaan-kebiasaan ini tidak selalu terlihat berbahaya. Bahkan beberapa di antaranya tampak normal dan umum dilakukan banyak orang. Tetapi dalam jangka panjang, mereka menguras energi emosional, menghabiskan kapasitas mental, dan membuat hidup terasa jauh lebih berat daripada yang seharusnya.

Jika Anda ingin memasuki paruh kedua tahun ini dengan lebih ringan, lebih fokus, dan lebih tenang, mungkin bukan produktivitas yang perlu ditambah. Mungkin justru ada beberapa hal yang perlu dilepaskan.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (5/6), terdapat tujuh kebiasaan yang menurut psikologi sering menjadi pencuri energi terbesar dalam kehidupan sehari-hari.

1. Terus-Menerus Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Media sosial telah membuat perbandingan menjadi aktivitas yang hampir otomatis.

Dalam hitungan menit, kita bisa melihat teman yang baru membeli rumah, rekan kerja yang mendapatkan promosi, atau seseorang yang tampak menjalani hidup sempurna.

Masalahnya, otak manusia tidak dirancang untuk menerima begitu banyak informasi tentang pencapaian orang lain setiap hari.

Psikolog menyebut fenomena ini sebagai social comparison. Teori yang dikembangkan oleh psikolog Leon Festinger menjelaskan bahwa manusia secara alami menilai dirinya melalui perbandingan dengan orang lain.

Sesekali hal ini bisa memotivasi. Namun ketika dilakukan terus-menerus, hasilnya justru sebaliknya.

Anda mulai merasa tertinggal.

Anda meremehkan pencapaian sendiri.

Anda kehilangan kemampuan menikmati perjalanan pribadi karena terlalu fokus pada kehidupan orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore