
Ilustrasi seorang stalker.
JawaPos.com – Setelah putus, banyak orang berjanji pada diri sendiri untuk benar-benar move on. Namun, di era media sosial, keinginan itu sering kali kalah oleh rasa penasaran.
Jari terasa gatal untuk mengetik nama mantan di kolom pencarian, lalu diam-diam melihat story, unggahan baru, bahkan siapa saja yang sedang dekat dengannya.
Meski terlihat sepele, kebiasaan ini sering membuat seseorang terjebak dalam siklus emosi lama yang justru menghambat proses penyembuhan.
Sebuah penelitian pada remaja menemukan bahwa 22,2% menjadi korban stalking oleh mantan setelah putus.
Mayoritas kasus melibatkan kontak berulang atau bentuk pelecehan, dengan banyak korban mengalami lebih dari sepuluh insiden stalking selama periode pasca putus.
Sekitar 74% kasus berlangsung hingga enam bulan, dan 14% bahkan berlanjut lebih dari satu tahun.
Dampaknya pun tidak sepele. Perempuan korban stalking dilaporkan mengalami gejala depresi dan kecemasan yang lebih tinggi, apalagi bila putusnya hubungan sebelumnya disertai kekerasan psikologis atau fisik.
Temuan ini menegaskan bahwa stalking mantan bukan sekadar kebiasaan iseng, melainkan fenomena serius yang perlu dipahami lebih dalam.
Ingin tahu lebih lanjut penyebab mengapa sang mantan masih sering stalking? (atau bisa jadi Anda stalkernya).
Simak penjelasan berikut yang dilansir dari CareMe Health dan Psychology Today.
Putus cinta seharusnya menjadi titik akhir dari sebuah hubungan.
Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang justru sibuk membuka media sosial mantan, mencari tahu kabar terbarunya, bahkan menafsirkan setiap unggahan sebagai pesan terselubung.
Mengapa perilaku ini begitu sulit dihentikan? Psikologi memberikan beberapa penjelasan menarik tentang penyebab di balik kecenderungan stalking mantan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
