Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 15.45 WIB

8 Kebiasaan Hemat dari Tahun 1970-an yang Kita Tinggalkan dengan Sia-Sia

Ilustrasi tangan seorang nenek yang sedang menjahit pakaian yang sobek, menunjukkan praktik hemat dari masa lalu./Freepik - Image

Ilustrasi tangan seorang nenek yang sedang menjahit pakaian yang sobek, menunjukkan praktik hemat dari masa lalu./Freepik

JawaPos.com - Di era modern, kenyamanan dan kemudahan telah membuat kita melupakan banyak kebiasaan baik.

Banyak tradisi bijak dari masa lalu kini sudah tidak lagi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, kita menukar kearifan lama dengan gaya hidup yang lebih boros.

Melansir dari Geediting.com Sabtu (20/9), ada delapan kebiasaan hemat dari tahun 1970-an yang seharusnya kita pelajari lagi.

Menerapkan kebiasaan lama ini bisa membantu mengelola keuangan dan mengurangi pengeluaran. Mari kita lihat delapan tradisi yang terlupakan itu.

1. Memperbaiki dan Menjahit Barang

Generasi 1970-an biasa memperbaiki pakaian dan perkakas rumah tangga yang rusak daripada membuangnya. Mereka memiliki pemikiran bahwa segala sesuatu masih bisa diperbaiki dan digunakan kembali. Ini adalah cara yang cerdas untuk menghemat uang.

2. Merencanakan Makanan dan Memanfaatkan Sisa Masakan

Orang-orang di era tersebut sangat ahli dalam merencanakan menu makanan mingguan mereka. Sisa makanan juga akan diolah kembali menjadi hidangan baru untuk keesokan harinya. Praktik ini memastikan tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.

3. Memakai Jemuran Pakaian

Sebelum pengering listrik menjadi umum, jemuran pakaian adalah metode standar untuk mengeringkan pakaian. Menggunakan cara ini sangatlah hemat energi. Ini juga membuat pakaian lebih awet dan lebih harum alami.

4. “Berbelanja” di Lemari Makanan dan Kulkas

Sebelum pergi ke toko, orang-orang akan memeriksa isi dapur terlebih dahulu. Mereka akan menciptakan hidangan dari bahan-bahan yang sudah tersedia. Cara ini efektif sekali untuk menghindari belanja bahan makanan yang tidak diperlukan.

5. Berkebun dan Mengawetkan Makanan

Memiliki kebun sendiri untuk menanam sayuran dan buah-buahan merupakan hal yang umum. Hasil panen yang melimpah kemudian diawetkan dengan cara dikalengkan atau dibekukan. Tradisi ini menghemat biaya pengeluaran untuk membeli bahan makanan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore