
Pasangan dengan keterikatan aman tahu bahwa komunikasi adalah kunci. Foto: Freepik
JawaPos.com - Dalam psikologi, salah satu faktor penentu kualitas hubungan adalah gaya keterikatan (attachment style). Konsep ini pertama kali dikembangkan oleh John Bowlby dan Mary Ainsworth, yang meneliti bagaimana ikatan antara anak dengan pengasuh utamanya di masa kecil memengaruhi cara individu membangun hubungan saat dewasa.
Gaya keterikatan terbagi menjadi beberapa jenis: aman (secure), cemas (anxious), menghindar (avoidant), dan ambivalen.
Dari semua itu, keterikatan aman adalah yang paling sehat. Orang dengan gaya keterikatan aman tidak takut kehilangan, tidak merasa perlu mengendalikan pasangan, dan mampu menyeimbangkan kebutuhan diri dengan kebutuhan orang lain.
Namun, keterikatan aman bukan berarti hubungan selalu mulus tanpa masalah. Justru sebaliknya, pasangan dengan gaya ini tidak menghindari konflik, melainkan menghadapinya dengan tenang, dewasa, dan penuh empati.
Mereka memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu yang membuat hubungan tetap stabil meski diterpa badai.
Dilansir dari laman Your Tango, berikut adalah lima hal yang secara konsisten dilakukan orang dengan keterikatan aman dalam hubungan mereka, menurut psikologi modern.
Mendengarkan terdengar sederhana, namun dalam praktiknya seringkali sulit dilakukan. Banyak pasangan yang saat mendengar keluhan pasangannya, diam-diam sibuk menyiapkan jawaban atau justru mencari pembelaan diri.
Orang dengan keterikatan aman memiliki kualitas berbeda:
Mereka tidak langsung bereaksi. Saat pasangan sedang marah atau sedih, mereka memberi ruang penuh untuk mendengar hingga tuntas.
Mereka memandang konflik sebagai sesuatu yang wajar, bukan ancaman terhadap hubungan.
Mereka berlatih regulasi emosi, sehingga mampu tetap tenang meski situasi panas.
Psikolog Dr. Nicole LePera menekankan bahwa kemampuan mendengarkan adalah bentuk "pemrosesan emosi bersama". Artinya, ketika pasangan berbagi keluh kesah, orang dengan keterikatan aman ikut hadir secara emosional, bukan hanya secara fisik.
Bayangkan pasangan yang pulang kerja dalam keadaan stres. Alih-alih memotong dengan komentar, "Kamu terlalu lebay, kerjaanku juga capek," pasangan dengan keterikatan aman akan berkata, "Aku dengar kamu benar-benar lelah. Ceritakan lebih banyak, aku ingin tahu apa yang membuatmu merasa begini."
Sikap sederhana ini memperkuat ikatan emosional, membuat pasangan merasa dihargai, dan menumbuhkan rasa aman bahwa perasaan mereka valid.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022