Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juni 2026 | 04.13 WIB

Orang yang Melepaskan 10 Keterikatan Aturan Ini Merasa Lebih Bahagia dalam Beberapa Minggu ke Depan Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang merasa lebih bahagia setelah terlepas dari aturan (Magnific/Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang merasa lebih bahagia setelah terlepas dari aturan (Magnific/Freepik)

JawaPos.com - Banyak orang menjalani hidup dengan serangkaian "aturan tak tertulis" yang mereka yakini harus dipatuhi agar bisa dianggap sukses, diterima, atau bahagia. Sebagian aturan tersebut memang bermanfaat, tetapi tidak sedikit yang justru menjadi beban mental yang menguras energi dan membuat seseorang sulit menikmati hidup.

Psikologi modern menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari menambahkan lebih banyak hal ke dalam hidup, melainkan dari melepaskan pola pikir dan keterikatan yang tidak lagi berguna. Menariknya, perubahan kecil dalam cara berpikir dapat menghasilkan dampak positif yang terasa hanya dalam hitungan minggu.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (17/6), terdapat 10 keterikatan terhadap "aturan" yang ketika dilepaskan, sering kali membuat seseorang merasa lebih ringan, lebih tenang, dan lebih bahagia.

1. Aturan Bahwa Anda Harus Menyenangkan Semua Orang

Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka harus membuat semua orang puas agar dianggap baik. Akibatnya, mereka sering mengorbankan kebutuhan sendiri, sulit berkata "tidak", dan merasa bersalah ketika mengecewakan orang lain.

Psikologi menunjukkan bahwa kebutuhan berlebihan untuk mendapatkan persetujuan orang lain berkaitan dengan tingkat stres dan kecemasan yang lebih tinggi. Ketika seseorang mulai memahami bahwa tidak semua orang harus menyukainya, beban emosionalnya berkurang.

Melepaskan aturan ini bukan berarti menjadi egois, melainkan belajar menetapkan batas yang sehat dan menghargai kebutuhan diri sendiri.

2. Aturan Bahwa Segalanya Harus Sempurna

Perfeksionisme sering dianggap sebagai kualitas positif. Namun, penelitian menunjukkan bahwa standar yang terlalu tinggi justru dapat meningkatkan kecemasan, kelelahan mental, bahkan depresi.

Orang yang lebih bahagia biasanya menerima bahwa hasil yang “cukup baik” sering kali lebih realistis daripada mengejar kesempurnaan tanpa akhir.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore