Bersikap Terlalu Baik Ternyata Bisa Menghancurkan Diri Sendiri? Ini Penjelasanya Menurut Psikologii (ArthurHidden/Freepik)
JawaPos.com - Kita semua diajarkan sejak kecil bahwa kebaikan adalah sebuah kebajikan. Tidak salah, sebab bersikap baik memang bisa membawa banyak manfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Menurut Dr. David R. Hamilton, penulis The Five Side Effects of Kindness, kebaikan bisa memperbaiki suasana hati, menurunkan tekanan darah, bahkan memperlambat proses penuaan. Namun, ada sisi lain yang sering tidak kita sadari, dimana kebaikan yang berlebihan justru bisa merugikan diri sendiri. Bagaimana bisa begitu?
Dalam penjelasan pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go, sikap baik yang sehat adalah ketika kita mampu menyeimbangkan kebutuhan diri sendiri dengan kebutuhan orang lain.
Kebaikan yang berlebihan terjadi ketika kita terus-menerus mengabaikan diri sendiri demi menyenangkan semua orang.
Contoh sederhananya, ketika seorang teman meminta bantuan di akhir pekan padahal tubuh kita sedang sangat lelah. Jika kita berkata jujur bahwa kita butuh istirahat, itu adalah kebaikan yang sehat. Tapi jika kita tetap memaksakan diri karena takut mengecewakan, itulah kebaikan yang berlebihan, dan dampaknya bisa sangat menguras energi.
Inilah beberapa dampak buruk dari kebaikan yang berlebihan:
Sulit berkata “tidak”: Membiasakan diri selalu berkata ya meski sebenarnya ingin menolak hanya akan membuat kita kehilangan kendali atas hidup sendiri.
Mendekatkan diri pada tempat atau lingkungan yang salah: Terlalu baik bisa membuat kita jadi sasaran orang-orang yang hanya ingin memanfaatkan.
Merasa bersalah saat memikirkan diri sendiri: Banyak orang baik merasa egois saat ingin istirahat, padahal merawat diri itu penting.
Emosi diri sendiri jadi terabaikan: Menghindari konflik demi menjaga perasaan orang lain bisa membuat kita penuh dengan rasa marah dan kecewa yang terpendam.
Kelelahan fisik dan mental: Terlalu sering mengorbankan diri membuat tubuh mudah sakit, stres, dan akhirnya mengalami burnout.
Mengapa Menjaga Batasan Itu Penting? Menetapkan batasan bukan berarti kita berhenti menjadi orang baik. Justru dengan menjaga diri, kita bisa memberi kebaikan yang lebih tulus, sehat, dan berkelanjutan. Mengatakan “tidak” pada sesuatu yang melelahkan bukanlah tanda egois, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Dengan begitu, kita tetap bisa hadir secara utuh bagi orang-orang yang benar-benar kita sayangi.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
