Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 22.10 WIB

Kenapa Otak Lebih Suka Dengar Cerita daripada Angka? Ini Penjelasan Psikologisnya!

Ilustrasi ibu sedang bercerita pada kedua anaknya. (Pexels)

JawaPos.com – Bayangkan kamu sedang mengikuti presentasi. Ada dua pembicara, yang pertama menampilkan grafik penuh angka, sementara yang kedua membuka dengan sebuah kisah nyata tentang seseorang yang hidupnya berubah karena sebuah keputusan. Kira-kira, mana yang lebih mudah kamu ingat?

Sebagian besar orang akan lebih terhanyut oleh cerita. Padahal, angka dianggap lebih ‘ilmiah’ dan objektif.

Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, melainkan ada penjelasan psikologi di baliknya.

Otak manusia ternyata memang dirancang untuk lebih cepat menangkap informasi berbentuk narasi dibandingkan data kaku.

Otak dan Daya Tarik Alami pada Cerita

Menurut Harvard Business Publishing, cerita memiliki kekuatan unik karena bekerja dengan cara yang berbeda dibandingkan data.

Saat mendengar angka, bagian otak yang aktif biasanya hanya area bahasa.

Namun, saat mendengar cerita, hampir seluruh otak ikut terlibat, termasuk area yang memproses emosi, pengalaman sensorik, dan bahkan motorik.

Itulah sebabnya sebuah kisah bisa membuat kita merasa seolah-olah ikut mengalami kejadian itu.

Cerita membangkitkan imajinasi, memicu empati, dan memudahkan otak menyimpan informasi.

Sementara angka hanya singgah sebentar, kisah bisa melekat bertahun-tahun.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore