
Ilustrasi aldan pria yang benar-benar baik sering diabaikan. (Freepik)
JawaPos.com - Psikologi mengungkap beberapa kebenaran yang tidak mengenakkan tentang mengapa pria baiki menjadi tak terlihat di dunia yang mengaku menghargai apa yang mereka tawarkan.
Bahkan, pria yang benar-benar mewujudkan kualitas-kualitas baik, seringkali diabaikan demi alternatif yang lebih tegas, bahkan bermasalah.
Mereka hanya menonton dari pinggir lapangan ketika teman-teman mengeluh tentang pasangan yang toksik, bertanya-tanya mengapa kehangatan mereka yang tulus justru menjauh, alih-alih menarik.
Dilansir dari Geediting, alasannya tidak banyak bicara tentang mereka, melainkan tentang bagaimana kita telah dikondisikan untuk mengenali dan merespons berbagai bentuk maskulinitas.
1. Rendah Hati
Pria yang tulus dan baik hati sering mempraktikkan apa yang disebut psikolog sebagai presentasi diri yang sederhana, mereka secara alami mengecilkan pencapaian mereka dibandingkan membanggakannya.
Ketika ditanya tentang promosi, mereka memuji tim. Ketika dipuji atas keterampilan mereka, mereka beralih ke keberuntungan atau waktu.
Sebab kerendahan hati yang tulus ini, meskipun patut dikagumi, membuat mereka hampir tak terlihat di lingkungan yang menghargai promosi diri.
Mereka berasumsi pekerjaan mereka akan berbicara sendiri, dan karakter mereka pada akhirnya akan terpancar.
Sementara itu, pesaing yang kurang berkualitas tetapi lebih vokal justru merebut sorotan, promosi, dan seringkali, perhatian romantis.
2. Kebaikan Sering Disalahartikan
Masyarakat telah melakukan pekerjaan yang spektakuler dalam menyamakan kebaikan dengan kelemahan, dan pria yang tulus baik hati menanggung akibatnya.
Ketika mereka memilih untuk tidak terlibat dalam perebutan kekuasaan, mereka dianggap kurang berambisi.
Ketika mereka lebih banyak mendengar daripada berbicara, mereka dicap pasif. Kecerdasan emosional mereka disalahartikan sebagai kelembutan, alih-alih kekuatan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
