ILustrasi wanita yang overthinking
JawaPos.com – Siapa yang tidak pernah merasa dirinya kurang? Meski sudah berusaha maksimal, ada kalanya seseorang masih merasa tidak cukup baik.
Perasaan ini tidak hanya dialami remaja, tetapi juga orang dewasa yang aktif bekerja maupun berinteraksi di lingkungan sosial.
Fenomena ini semakin sering muncul di era media sosial, di mana perbandingan dengan orang lain seakan tak bisa dihindari.
Lantas, mengapa seseorang bisa merasa dirinya tidak cukup baik?
Menurut penjelasan Jiemi Ardianty, seorang psikolog klinis melalui unggahan di TikTok (@jiemiardian), salah satu penyebab utama adalah pola pikir perfeksionis. Orang dengan kecenderungan ini sering kali menaruh standar terlalu tinggi pada dirinya sendiri.
Alih-alih merasa puas dengan hasil kerja keras, mereka lebih fokus pada kekurangan kecil yang dianggap merusak keseluruhan pencapaian. “Perfeksionisme membuat seseorang tidak pernah merasa cukup, karena standar yang dipasang selalu berubah-ubah dan terlalu tinggi,” ungkapnya.
Selain perfeksionisme, lingkungan sekitar juga berperan besar. Dalam video lain yang dibagikan oleh akun TikTok @sundarindah, disebutkan bahwa pengalaman tumbuh dalam lingkungan yang penuh kritik dapat menanamkan perasaan "tidak cukup" sejak kecil.
Baca Juga: Menurut Psikolog, Ini 4 Alasan Mengapa Kita Malas dan Cara Mengatasinya untuk Kembali Produktif
Misalnya, anak yang selalu dibandingkan dengan saudaranya, atau mendapat validasi hanya ketika berhasil, cenderung membawa pola pikir itu hingga dewasa. Akibatnya, mereka sulit menerima diri apa adanya.
Tak hanya faktor eksternal, kondisi ini juga dipengaruhi oleh internalisasi standar sosial yang tidak realistis. Platform seperti Instagram atau TikTok sering menampilkan kehidupan yang tampak sempurna. Menurut penjelasan Neuron Education (@newronedu), terlalu sering membandingkan diri dengan pencapaian orang lain di media sosial dapat menciptakan rasa inferior. “Orang cenderung lupa bahwa yang ditampilkan hanyalah highlight, bukan realita penuh. Ini membuat banyak orang merasa dirinya kurang berharga,” ujar akun edukasi tersebut.
Lebih jauh, Satu Persen – Indonesian Life School dalam kanal YouTube mereka menjelaskan bahwa akar perasaan "tidak cukup baik" kerap berhubungan dengan self-esteem atau harga diri yang rapuh. Orang dengan self-esteem rendah biasanya lebih sulit menghargai diri sendiri dan cenderung mencari validasi dari luar. Jika validasi itu tidak datang, mereka merasa gagal atau kurang layak.
Dampak dari perasaan ini tentu tidak sepele. Seseorang yang selalu merasa tidak cukup baik rentan mengalami stres, kecemasan, bahkan depresi ringan. Mereka juga bisa kesulitan membangun hubungan sehat, karena selalu merasa tidak pantas dicintai atau dihargai.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
