Kegigihan dan konsistensi merupakan penentu yang lebih akurat dari IQ. Ilustrasi. Sumber: RUN 4 FFWPU/Pexels.com
JawaPos.com - Kecerdasan intelektual atau IQ sejak lama dianggap sebagai tolok ukur utama dalam menentukan kesuksesan. Padahal ada faktor penentu yang lebih akurat untuk mengukur kesuksesan seseorang menurut psikologi, yaitu grit. Sebelum kita membahas faktor kepribadian ini mari kita bahas dulu mengapa IQ selalu dianggap penentu kehebatan dan kesuksesan.
Angka tinggi pada skor tes IQ sering dianggap dengan potensi akademik, kemampuan analitis, dan peluang karier yang lebih baik. Pandangan ini diperkuat oleh budaya sekolah maupun dunia kerja yang menilai individu melalui capaian kognitif yang ditandai dengan nilai IQ yang tinggi.
Kenyataannya, prediksi kesuksesan yang hanya bergantung pada IQ sering kali tidak konsisten. Banyak individu dengan kecerdasan rata-rata justru mampu mencapai keberhasilan luar biasa dalam bidang pekerjaan maupun kehidupan sosial.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar yaitu apakah benar IQ adalah satu-satunya indikator yang menentukan jalan hidup seseorang?
Grit sebagai Prediktor yang Lebih Akurat
Psikolog Angela Duckworth memperkenalkan konsep grit sebagai kombinasi dari ketekunan (perseverance of effort) dan konsistensi minat jangka panjang (consistency of interest).
Seseorang dengan grit tinggi cenderung tetap berjuang menghadapi tantangan, tidak mudah menyerah, dan terus bekerja menuju tujuan meskipun hambatan muncul.
Penelitian yang dilakukan Duckworth et al. (2007) di Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan bahwa grit lebih akurat memprediksi pencapaian akademik dibandingkan IQ.
Studi ini meneliti siswa West Point Military Academy dan peserta lomba ejaan nasional di Amerika Serikat. Hasilnya, mereka yang memiliki skor grit lebih tinggi bertahan lebih lama dan berprestasi lebih baik, terlepas dari nilai kecerdasan yang dimiliki.
Temuan lain datang dari Rimfeld et al. (2016) dalam Journal of Personality and Social Psychology, yang meneliti lebih dari 4.500 remaja kembar di Inggris. Penelitian ini menyimpulkan bahwa grit memang berkontribusi pada prestasi, tetapi peran utamanya terletak pada ketekunan jangka panjang, bukan kecerdasan instan.
Artinya, faktor non-kognitif ini menambah nilai penentu terhadap kesuksesan yang selama ini hanya disandarkan pada IQ.
Cara Melatih Grit untuk Meraih Kesuksesan

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
