Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Agustus 2025 | 23.14 WIB

7 Perilaku yang Terlihat Seperti Kebaikan, Tapi Sebenarnya Tanda Kontrol Terselubung Menurut Psikologi

Ilustrasi perilaku yang terlihat seperti kebaikan, tapi sebenarnya tanda kontrol terselubung (geediting) - Image

Ilustrasi perilaku yang terlihat seperti kebaikan, tapi sebenarnya tanda kontrol terselubung (geediting)

JawaPos.Com - Memahami perilaku manusia adalah perjalanan yang menarik, tetapi tidak selalu sesederhana yang terlihat di permukaan.

Ambil contoh kebaikan. Biasanya, kita menganggap kebaikan sebagai sifat mulia. Namun, menurut psikologi, ada kalanya tindakan yang tampak baik sebenarnya adalah bentuk manipulasi halus untuk mengendalikan orang lain.

Dengan kata lain, kemurahan hati yang terlihat tulus bisa saja menyimpan maksud tersembunyi: kontrol. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa membedakan kebaikan yang tulus dengan perilaku yang diam-diam berusaha menguasai?

Dikutip dari Geediting, terdapat 7 perilaku yang tampak seperti kebaikan, tetapi sebenarnya bisa menjadi tanda kontrol terselubung. Memahami hal ini bukan hanya membantu kita menavigasi hubungan dengan lebih sehat, tapi juga memberi sudut pandang baru dalam melihat interaksi sehari-hari.

1. Terlalu Banyak Membantu

Kita semua pasti pernah bertemu dengan orang yang selalu ingin membantu, bahkan ketika bantuan itu tidak kita butuhkan. Sekilas terlihat tulus, tapi jika berlebihan, hal ini bisa menjadi tanda keinginan untuk mengendalikan.

Mereka yang bersikeras membantu dalam segala hal bisa secara halus melemahkan kemandirian kita. Padahal, kebaikan sejati menghormati batasan dan memberi ruang bagi orang lain untuk belajar serta berkembang sendiri.

2. Pujian yang Berlebihan

Pujian memang menyenangkan, tapi jika terlalu sering dan berlebihan, bisa jadi ada maksud lain. Misalnya, seseorang terus-menerus memuji hal-hal sepele seperti cara Anda menata meja kerja.

Terkadang, pujian yang berlebihan bukanlah bentuk apresiasi, melainkan cara untuk membentuk perilaku Anda sesuai keinginan mereka. Jadi, meskipun pujian tulus bisa membangun hubungan, pujian yang berlebihan bisa menjadi bentuk manipulasi terselubung.

3. Memberi Nasihat Tanpa Diminta

Ada kalanya kita hanya ingin didengarkan, bukan dinasihati. Namun, beberapa orang justru selalu memberi saran tanpa diminta.

Alih-alih terasa peduli, sikap ini sering kali membuat kita merasa diremehkan atau dianggap tidak mampu mengambil keputusan sendiri. Nasihat tanpa diminta bisa jadi tanda bahwa seseorang ingin mengendalikan cara kita bertindak.

Kebaikan sejati seharusnya mendengarkan terlebih dahulu, bukan langsung mendikte.

4. Membuat Rasa Bersalah (Guilt-Tripping)

Pernah mendengar kalimat seperti, “Setelah semua yang saya lakukan untukmu, masa kamu nggak bisa melakukan ini untuk saya?”

Kalimat ini terdengar seperti permintaan, tapi sebenarnya adalah bentuk manipulasi lewat rasa bersalah. Dengan cara ini, orang tersebut menempatkan dirinya seolah berjasa besar, sehingga kita merasa berkewajiban untuk menuruti keinginannya.

Kebaikan sejati tidak meminta balasan apalagi menggunakan rasa bersalah sebagai alat kontrol.

5. Melanggar Batasan Pribadi

Batasan pribadi penting untuk kesehatan hubungan. Namun, ada orang yang sering melewati batas ini dengan dalih perhatian atau kebaikan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore