Ilustrasi cara berhenti melakukan self sabotage supaya tidak menghambat diri (benzoix/freepik.com)
JawaPos.com - Jika kamu sedang menjalani konsultasi dengan terapis atau konselor, salah satu langkah terbaik adalah terbuka dan meminta bimbingan langsung dari mereka. Dukungan profesional dapat memberikan panduan yang tepat sesuai kebutuhanmu.
Namun, apabila kamu ingin mulai mengambil langkah mandiri demi menghentikan pola perilaku negatif, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
Dengan memahami dan menerapkan strategi ini, kamu mampu mencegah dirimu melakukan kerusakan lebih jauh dan mulai membangun perubahan positif dalam hidup. Melansir Very Well Mind, berikut ini beberapa cara berhenti melakukan self sabotage supaya tidak menghambat diri dan lebih menyayangi diri sendiri.
Baca Juga: 5 Penyebab Seseorang Melakukan Self Sabotage yang Perlu Diketahui dengan Tepat agar Mudah Diatasi
1. Periksa akar penyebabnya
Coba refleksikan, apakah kamu sering tanpa sadar menggagalkan usaha baik yang telah dilakukan? Apakah kebiasaan ini muncul tepat saat kamu hampir mencapai tujuan atau meraih impian pribadi? Perilaku sabotase diri seperti ini sering kali berakar dari pengalaman masa kecil. Banyak orang tua, entah karena ketidaktahuan atau kekhawatiran anaknya akan kecewa, justru mengajarkan anak-anaknya untuk tidak bermimpi terlalu besar.
Kalimat seperti, "Siapa dirimu yang berpikir bisa kuliah? Kamu harus bekerja seperti kami semua," mungkin pernah kamu dengar atau alami. Pesan-pesan semacam ini mampu membentuk keyakinan negatif yang membatasi dan terus memengaruhi caramu bertindak hingga dewasa.
2. Berhenti menunda-nunda
Menunda-nunda merupakan perilaku umum bagi mereka yang menyabotase diri sendiri. Kadang, menunda terasa lebih mudah secara emosional daripada menghadapi ketakutan akan kegagalan atau ketidakyakinan mencapai tujuan. Ketidaksesuaian antara realita saat ini dengan keyakinan negatif yang tertanam lama bisa memicu rasa tidak nyaman, sehingga memicu sabotase diri.
Sebuah penelitian pada mahasiswa menemukan bahwa kurangnya pengaturan diri menjadi penyebab utama penundaan. Faktor lain seperti kebebasan tinggi, godaan dan gangguan, tenggat waktu panjang, pengaruh teman sebaya, serta kurangnya keterampilan juga ikut berperan dalam perilaku ini.
3. Berhenti hanya melihat gambaran besar saja
Ketika kamu menargetkan pencapaian besar, seperti menjadi tenaga penjualan terbaik di kantor, beban yang dirasakan dapat sangat berat dan membuat stres. Dalam menghindari sabotase diri, jangan terjebak pada hal-hal kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting. Seringkali, orang yang menyabotase diri menghabiskan waktu berlebihan untuk detail yang tidak signifikan, sehingga kehilangan fokus pada tujuan utama.
Misalnya, jika kamu berusaha hidup lebih sehat, jangan biarkan satu kali melewatkan gym membuatmu menyerah total. Alih-alih berhenti, mulailah lagi di minggu berikutnya dengan semangat baru. Lakukan perubahan kecil secara bertahap dan konsisten. Langkah-langkah kecil ini membantu menjaga motivasi dan mencegah pikiran negatif yang mampu menghentikan kemajuanmu.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
