Ilustrasi contoh perilaku self sabotage yang biasanya terjadi pada seseorang/freepik.com
JawaPos.com - Para ahli di bidang kesehatan mental telah mengamati bahwa banyak orang secara tidak sadar terjebak dalam perilaku sabotase diri. Pola ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, dan sering kali menjadi penghalang terbesar untuk mencapai tujuan hidup atau meraih kebahagiaan.
Beberapa contoh yang paling umum meliputi menunda-nunda, meremehkan diri sendiri, takut mengambil keputusan penting, atau bahkan menarik diri ketima sedang berada di ambang kesuksesan. Semua perilaku ini seringkali berakar terhadap ketakutan, rasa tidak percaya diri, atau trauma masa lalu yang belum disadari sepenuhnya.
Dengan memahami pola-pola sabotase ini, kita dapat mulai mengenali sinyal-sinyalnya dalam diri sendiri dan mengambil langkah guna mengatasinya. Mengutip Very Well Mind, berikut ini beberapa contoh perilaku self sabotage yang biasanya terjadi pada seseorang yang cenderung tampak mengurung diri.
1. Penundaan
Salah satu bentuk sabotase diri yang paling umum adalah kebiasaan menunda-nunda. Meski tampak sepele, perilaku ini sebenarnya bisa menjadi sinyal bahwa seseorang sedang berjuang dengan rasa takut takut gagal, takut mengecewakan orang lain, bahkan takut berhasil. Dengan menunda pekerjaan atau keputusan penting, seseorang secara tidak langsung mengirimkan pesan bahwa dirinya belum siap.
Akibatnya, peluang baik pun ikut tertunda atau bahkan terlewat begitu saja. Menunda-nunda umumnya digunakan sebagai bentuk perlindungan diri dari tekanan atau ekspektasi, padahal justru memperkuat keyakinan negatif yang sudah ada. Apabila dibiarkan, kebiasaan ini mampu menjadi penghambat besar dalam perjalanan menuju kesuksesan pribadi maupun profesional.
2. Perfeksionisme
Menetapkan standar tinggi memang bisa memotivasi, tetapi apabila ekspektasi itu tidak realistis atau terlalu sempurna, justru bisa menjadi bumerang. Banyak orang tidak menyadari bahwa perfeksionisme sering menjadi penyebab utama penundaan, stres, bahkan kemunduran dalam hidup maupun karier.
Sekilas, perfeksionisme tampak seperti strategi untuk memastikan segala sesuatu berjalan mulus tanpa kesalahan. Namun kenyataannya, ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan yang pasti akan terjadi dalam hidup para perfeksionis cenderung merasa hancur.
Mereka dipenuhi rasa malu, merasa gagal, dan sangat mudah terjebak dalam perasaan kecewa yang mendalam. Dalam jangka panjang, tekanan dari standar yang mustahil ini dapat meningkatkan risiko depresi dan membuat seseorang merasa seolah telah mengecewakan semua orang di sekitarnya.
3. Pemakaian obat terlarang bahkan melukai diri sendiri
Banyak orang yang terjebak pertarungan batin antara keinginan kuat meraih sukses dan suara negatif di dalam kepala mereka yang terus berkata, "Aku tidak bisa." Konflik internal ini sering menciptakan tekanan emosional yang luar biasa. Sayangnya, guna meredakan rasa sakit dan kecemasan tersebut, beberapa dari mereka mencari pelarian lewat narkoba, alkohol, atau bahkan melukai diri sendiri.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
