Ilustrasi Orang yang Terjebak dalam Toxic Productivity
JawaPos.com – Istilah toxic productivity merujuk pada produktivitas yang berlebihan, di mana seseorang justru merasa bersalah dan rendah diri ketika tidak melakukan pekerjaan apapun.
Produktivitas merupakan hal penting yang perlu diterapkan semua orang, terutama generasi muda. Namun, jika tidak dijalani secara realistis, keproduktifan tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi diri sendiri.
Dilansir dari pedulisosial.ukm.undip.ac.id, ciri-ciri seseorang sudah memasuki toxic productivity adalah ketika muncul perasaan sulit untuk beristirahat, terlalu memforsir diri sendiri, berekspektasi terlalu tinggi, hingga merasa tidak pernah puas.
Menurut Psikolog sekaligus dosen Psikologi Universitas Tarumanagara (Untar), Untung Subroto Dharmawan dalam laman communication.binus.ac.id, awal mula munculnya toxic productivity adalah efek paparan media sosial yang memperlihatkan kesuksesan orang-orang sehingga membentuk standar tinggi di usia muda.
Kondisi tersebut harus segera diatasi untuk menghindari dampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental, seperti penurunan imun, stress berkepanjangan, perasaan marah berlebih, hingga kehilangan produktivitas itu sendiri.
Berikut tips mengatasi toxic productivity agar hidupmu tetap realistis dalam menjalani produktivitas:
Langkah awal untuk mencegah toxic productivity adalah mengenali diri sendiri dengan lebih peduli terhadap batas kemampuan dan rasa lelah yang kamu rasakan.
Ketika kamu benar-benar mengenal dan mencintai diri sendiri, secara otomatis kamu akan lebih peka untuk merawat diri secara fisik dan mental.
Jika kamu mulai mengalami gejala toxic productivity, ubahlah pola pikirmu bahwa hidup harus seimbang antara pekerjaan, istirahat, dan aspek kehidupan lainnya. Jangan sampai tubuhmu dipaksa menghabiskan waktu untuk bekerja dan mengejar keinginan kamu hingga mengabaikan waktu istirahat.
Ekspektasi terlalu tinggi akan berdampak buruk dan menyiksa mental sendiri ketika hal yang diinginkan belum tercapai. Menurunkan ekspektasi pada hal yang berada di luar batas kemampuan bukan berarti impianmu gagal, tetapi menjadi bukti bahwa kamu lebih menyayangi diri sendiri.
Buatlah target secara step by step dan tidak terlalu meninggi agar terhindar dari toxic poxitivy. Jika target yang kamu buat terasa terlalu berat dan memaksakan, tata ulang agenda dengan mengurangi satu atau dua aktivitas dalam sehari karena produktivitas bukanlah sebuah ‘perlombaan’.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
