Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 14.48 WIB

Produktif Tapi Berdampak Buruk? Hindari Penyebab Toxic Productivity Agar Hidup Tetap Realistis

Ilustrasi Orang yang Terjebak dalam Toxic Productivity

JawaPos.com – Istilah toxic productivity merujuk pada produktivitas yang berlebihan, di mana seseorang justru merasa bersalah dan rendah diri ketika tidak melakukan pekerjaan apapun.

Produktivitas merupakan hal penting yang perlu diterapkan semua orang, terutama generasi muda. Namun, jika tidak dijalani secara realistis, keproduktifan tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi diri sendiri.

Dilansir dari pedulisosial.ukm.undip.ac.id, ciri-ciri seseorang sudah memasuki toxic productivity adalah ketika muncul perasaan sulit untuk beristirahat, terlalu memforsir diri sendiri, berekspektasi terlalu tinggi, hingga merasa tidak pernah puas.

Menurut Psikolog sekaligus dosen Psikologi Universitas Tarumanagara (Untar), Untung Subroto Dharmawan dalam laman communication.binus.ac.id, awal mula munculnya toxic productivity adalah efek paparan media sosial yang memperlihatkan kesuksesan orang-orang sehingga membentuk standar tinggi di usia muda.

Kondisi tersebut harus segera diatasi untuk menghindari dampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental, seperti penurunan imun, stress berkepanjangan, perasaan marah berlebih, hingga kehilangan produktivitas itu sendiri.

Berikut tips mengatasi toxic productivity agar hidupmu tetap realistis dalam menjalani produktivitas:

  1. Kenali Diri Lebih Dalam

Langkah awal untuk mencegah toxic productivity adalah mengenali diri sendiri dengan lebih peduli terhadap batas kemampuan dan rasa lelah yang kamu rasakan.

Ketika kamu benar-benar mengenal dan mencintai diri sendiri, secara otomatis kamu akan lebih peka untuk merawat diri secara fisik dan mental.

  1. Ubah Mindset

Jika kamu mulai mengalami gejala toxic productivity, ubahlah pola pikirmu bahwa hidup harus seimbang antara pekerjaan, istirahat, dan aspek kehidupan lainnya. Jangan sampai tubuhmu dipaksa menghabiskan waktu untuk bekerja dan mengejar keinginan kamu hingga mengabaikan waktu istirahat.

  1. Turunkan Ekspetasi

Ekspektasi terlalu tinggi akan berdampak buruk dan menyiksa mental sendiri ketika hal yang diinginkan belum tercapai. Menurunkan ekspektasi pada hal yang berada di luar batas kemampuan bukan berarti impianmu gagal, tetapi menjadi bukti bahwa kamu lebih menyayangi diri sendiri.

  1. Buat Target yang Realistis

Buatlah target secara step by step dan tidak terlalu meninggi agar terhindar dari toxic poxitivy. Jika target yang kamu buat terasa terlalu berat dan memaksakan, tata ulang agenda dengan mengurangi satu atau dua aktivitas dalam sehari karena produktivitas bukanlah sebuah ‘perlombaan’.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore