Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juli 2025 | 19.49 WIB

Produktif Tidak Selalu Baik, Simak 7 Tanda Kamu Sedang Mengalami Toxic Productivity!

Ilustrasi produktif (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Dalam hidup, menjadi produktif tentu saja merupakan hal yang positif. Setiap orang pasti memiliki tujuan atau impian tertentu yang ingin mereka wujudkan. Pencapaian ini dapat diraih melalui upaya sehari-hari, seperti belajar lebih giat, lebih banyak bergerak secara fisik, dan beragam usaha lainnya demi mewujudkan impian.

Usaha-usaha itu dapat dikatakan sebagai aktivitas yang produktif. Namun, apa jadinya jika produktivitas yang diupayakan itu justru berubah menjadi sesuatu yang merugikan seseorang?

Fenomena ini kemudian dikenal sebagai toxic productivity. Ketika seseorang berkeinginan untuk menjadi produktif secara berlebihan dalam hidupnya, mereka berisiko melakukan hal-hal yang membahayakan kesehatan fisik dan mental.

Produktivitas dalam hidup tidak selalu berdampak baik. Kamu mungkin tidak menyadari apakah termasuk dalam golongan toxic productivity atau tidak. Dikutip dari Use Motion, berikut adalah 7 tanda bahwa kamu mungkin mengalami toxic productivity:

1. Selalu Merasa Kelelahan

Tanda pertama dari toxic productivity adalah kamu terus-menerus merasa lelah. Rasa lelah ini tidak hanya muncul setelah pekerjaan yang menguras tenaga, melainkan bisa terasa kapan saja dan di mana saja. Kelelahan yang dialami pun bukan sekadar fisik, tetapi juga emosional. Kelelahan berlebihan ini bahkan dapat membuat kamu merasa tidak sanggup melakukan aktivitas sederhana sekalipun.

2. Dihantui Rasa Bersalah

Tanda kedua toxic productivity adalah munculnya rasa bersalah yang berlebihan. Kamu bisa merasakan perasaan bersalah saat tidak menyelesaikan daftar tugas harian, atau ketika melihat hasil kerja orang lain yang luar biasa. Kepercayaan diri bisa menurun drastis dan memicu rentetan pertanyaan negatif yang tidak ada habisnya. Hal ini berpotensi merusak kepribadian diri dengan pikiran-pikiran negatif.

3. Mengabaikan Perawatan Diri

Tanda ketiga dari toxic productivity adalah mengesampingkan perawatan diri, baik itu penampilan fisik maupun kesehatan pribadi. Kamu mulai makan siang di meja kerja dengan menu yang tidak diperhatikan, lebih memprioritaskan performa daripada berpakaian rapi dan penampilan menarik. Selain estetika, kesehatan diri juga bisa menurun akibat pola makan dan tidur yang berantakan. Ini semua bersumber dari keinginan untuk memprioritaskan pekerjaan atau belajar di atas hal-hal lain seperti merawat diri.

4. Stres Mental dan Fisik

Tanda keempat toxic productivity adalah munculnya stres pada pikiran dan fisik. Stres ini dapat memengaruhi cara kamu berperilaku, baik secara fisik maupun mental. Kamu bisa dengan mudah merasa frustrasi atau marah akibat masalah yang sangat kecil. Karena terlalu banyak pikiran dan terbebani oleh berbagai hal, kamu jadi mudah meledak tanpa sebab yang jelas sekalipun. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi hubungan sosial kamu dengan orang lain.

5. Tidak Ada Hobi atau Liburan

Tanda kelima toxic productivity adalah ketiadaan hobi atau waktu libur. Kamu merasa bahwa dalam hidup, hanya aktivitas yang bermanfaat atau produktif yang boleh dilakukan. Kamu tidak lagi meluangkan waktu untuk berkumpul bersama teman atau keluarga, serta tidak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang kamu sukai. Aktivitas seperti menonton film favorit atau berlibur ke suatu tempat sudah tidak lagi kamu lakukan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore