
Ilustrasi menghentikan perilaku toxic produktivity. (Pexels)
JawaPos.com - Sebagai manusia, kamu tentu memiliki tujuan atau impian yang ingin dicapai dalam hidup. Untuk mewujudkannya, kamu tentu melakukan berbagai usaha dan mengorbankan banyak hal.
Berbagai usaha tersebut bisa termasuk usaha fisik, mental, tenaga bahkan uang demi cita-cita yang kamu inginkan. Dalam keseharian, kamu mungkin juga mencoba untuk produktif dan mengisi hari dengan kegiatan yang bisa bermanfaat bagimu di masa depan.
Jadi produktif tentunya baik dan kata produktif sendiri diasosiasikan sebagai hal yang positif. Namun, terlalu berlebihan dalam produktif bisa mengarahkan kamu pada toxic productivity.
Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk bersikap produktif. Hal ini terjadi ketika seseorang secara tidak sehat terobsesi pada produktif dan membahayakan diri mereka secara fisik maupun mental dalam prosesnya.
Sadar maupun tidak sadar, kamu mungkin termasuk orang yang mengalami toxic productivity. Dipetik dari Atlassian dan Asana, berikut ini 7 cara berhenti toxic productivity:
1. Atur Prioritas Pekerjaan
Cara pertama untuk berhenti toxic productivity adalah atur prioritas pekerjaan. Ketika kamu mengalami toxic productivity, kamu merasa ingin untuk selalu produktif dan melakukan semuanya sekaligus, terus menerus tanpa istirahat.
Kamu perlu mengatur yang mana yang perlu dikerjakan lebih dahulu atau yang paling penting. Kamu bisa mengatur waktu untuk mengerjakan hal penting dalam beberapa jam, kemudian sisanya melakukan hal yang sedikit lebih rendah prioritasnya.
2. Selipkan Rehat di Jadwal
Cara kedua untuk berhenti toxic productivity adalah selipkan rehat di jadwal yang kamu buat. Sebagai orang yang mengalami toxic productivity, kamu mungkin mengisi jadwal dengan berbagai kegiatan produktif dengan padat.
Hal ini bisa kamu ubah dengan mulai menyiapkan rehat. Baik di kantor, kampus maupun di rumah, kamu peru beberapa menit diantara kesibukan untuk mengambil napas dan mengosongkan pikiran.
3. Usahakan Work Life Balance
Cara ketiga untuk berhenti toxic productivity adalah usahakan work life balance. Kamu bisa berhenti membawa pulang pekerjaan dan terlalu sering lembur di kantor.
Apabila dihubungi atasan diluar jam kerja, kamu bisa mulai mengabaikan dan membalasnya tidak tepat waktu.UBah kebiasaan kecil yang biasa kamu lakukan untuk selalu berusaha produktif untuk hidup lebih santai, namun tetap berjalan di jalan yang benar untuk karir.
4. Tentukan Tujuan Realistis

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
