Ilustrasi gangguan bipolar. (Freepik)
JawaPos.com - Bipolar merupakan gangguan kesehatan jiwa pada mood atau suasana perasaan seseorang. Secara bahasa bipolar dapat diartikan sebagai dua kutub. Yaitu, kutub perasaan seseorang yang digambarkan sebagai kutub bahagia dan sedih.
Ekstremnya, penderita bipolar berada pada ujung masing-masing kutub. Mereka akan merasa sangat bahagia atau justru sebaliknya, yaitu sangat sedih. Umumnya, penderita bipolar akan mengalami dua episode mood pada masing-masing kutub, yaitu episode depresi dan manik.
Episode depresi ditandai dengan munculnya perasaan yang sangat sedih, murung, kehilangan minat, mudah lelah, perasaan tidak percaya diri, dan kehilangan harga diri. Hal itu mengakibatkan munculnya rasa bersalah serta pesimistis yang dapat mendorong si penderita untuk melakukan hal yang membahayakan. Contohnya melukai diri sendiri hingga tindakan untuk mengakhiri hidup.
Di sisi lain, terdapat kutub episode manik. Pada episode manik penderita akan merasakan peningkatan energi, semangat, dan suasana mood yang sangat amat riang. Dalam episode ini si penderita akan memiliki banyak sekali ide dan gagasan, serta meningkatnya kepercayaan diri. Banyak ide dan gagasan yang ada di kepala penderita, tidak jarang hal ini membuat penderita mengalami penurunan kebutuhan untuk tidur.
Gangguan suasana perasaan yang ekstrem ini berlangsung dalam kurun waktu tertentu dan dapat mempengaruhi kegiatan sehari-hari penderitanya. Durasi waktu masing-masing episode biasanya berkisar antara 1-2 minggu berturut-turut.
Menurut dokter spesialis jiwa yang juga konten kreator yang aktif di media sosial, dr. Zulvia Oktanida Syarif, Sp. KJ, gangguan bipolar berbeda dengan mood swing biasa. Penderita gangguan bipolar mengalami suasana perasaan yang jauh lebih ekstrem dan intens.
Lebih jauh Zulvia Oktanida Syarif yang biasa disapa dokter Vivi itu mengatakan, bipolar bukanlah suatu penyakit. Bipolar merupakan suatu gangguan.
“Penyakit itu penyebabnya jelas seperti virus atau bakteri. Jika penyebabnya tersebut dihilangkan, maka suatu penyakit dapat disembuhkan”. Sementara bipolar tidak dapat disembuhkan, melainkan ia dapat dikendalikan," katanya.
Dalam video Youtube-nya, dokter Vivi mengungkapkan faktor penyebab bipolar sangat banyak, sehingga tidak bisa dihilangkan total. Namun, gangguan ini dapat dikendalikan agar suasana perasaan penderita dapat lebih stabil dalam jangka waktu panjang.
Adapun beberapa faktor penyebab munculnya gangguan bipolar, yaknigenetik, biokimia, dan psikososial. Secara genetik jika orang tua mengalami bipolar, maka tidak pasti anak akan mengalami gangguan bipolar juga. Risiko genetik atau keturunan mengalami gangguan bipolar berada pada ratio 10-15 persen, jika salah satu orang tua mengalami bipolar. Kalau kedua orang tua mengalami bipolar, maka potensi keturunan mengalami bipolar 40 persen.
Selanjutnya, faktor biokimia. Yaitu, kondisi dimana adanya ketidakseimbangan neurokimiawi di otak dan perbedaan struktur otak. Terakhir, faktor psikososial yang melingkupi riwayat trauma, masalah keluarga, maupun lingkungan sekitar.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
