
Ilustrasi sepasang individu yang sedang berdiskusi dengan senyum, menunjukkan komunikasi yang jujur dan saling pengertian./Freepik
JawaPos.com - Kecerdasan emosional sering diukur dari kemampuan mengelola perasaan diri sendiri dan orang lain secara tepat.
Satu di antara cara paling mudah untuk mengidentifikasi kecerdasan emosional adalah melalui pilihan kata-kata seseorang.
Pilihan kata yang digunakan orang-orang ini mencerminkan pemahaman mendalam tentang hubungan.
Melansir dari Geediting.com Selasa (12/8), terdapat dua belas kata kunci tertentu yang hanya digunakan secara tepat oleh orang-orang ber-EQ tinggi.
Penggunaan kata-kata ini bukan sekadar kebiasaan verbal biasa, tetapi wujud kesadaran emosional.
Kata-kata ini menunjukkan pola pikir yang terfokus pada pertumbuhan, empati, dan komunikasi efektif.
1. Perhatikan dan Penasaran
Orang-orang cerdas emosional akan menggunakan kata "perhatikan" (notice) untuk mengakui detail kecil. Ini menunjukkan mereka hadir sepenuhnya dalam suatu interaksi. Mereka juga mengganti "bingung" dengan "penasaran" (curious) saat menghadapi situasi yang tidak mereka pahami.
Kata "penasaran" menunjukkan keinginan untuk belajar. Sebaliknya, kata "bingung" sering kali menyiratkan adanya batasan dalam pemikiran.
2. Perspektif dan Navigasi
Alih-alih "opini" (opinion), mereka lebih memilih "perspektif" (perspective). Kata ini mengakui bahwa setiap sudut pandang berakar pada pengalaman unik seseorang. Saat menghadapi masalah, mereka menggunakan kata "navigasi" (navigate) sebagai pengganti "mengatasi" (deal with).
"Navigasi" menunjukkan keterampilan, perjalanan, dan keinginan untuk mencapai tujuan. Sedangkan "mengatasi" sering kali terdengar seperti sedang menghadapi kesulitan.
3. Apresiasi dan Rasa
Mereka menggunakan kata "apresiasi" (appreciate) untuk mengakui nilai atau upaya orang lain. Ini merupakan pengganti dari kata "terima kasih" yang terkesan sangat standar. Kata ini mengandung makna penghargaan yang lebih mendalam.
Satu di antara kata yang jarang digunakan adalah "rasa" (sense), yang menunjukkan mereka mengakui intuisi atau apa yang tidak diungkapkan secara lisan. Ini adalah pengakuan akan hal-hal yang tidak diucapkan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
