
Ilustrasi seseorang tampak ragu dan berpikir, menggambarkan kondisi overthinking./Freepik
JawaPos.com - Memikirkan segala sesuatu secara berlebihan bukanlah sekadar kebiasaan buruk, melainkan sering kali merupakan respons yang dipelajari. Psikologi modern menunjukkan, kecenderungan ini sering berakar dari pengalaman masa lalu. Pengalaman tersebut membentuk cara kita memproses pikiran.
Kecenderungan untuk merenung ini bisa menjadi sebuah refleks yang terbentuk sejak dini. Melansir dari Geediting.com Jumat (8/8), setidaknya ada tujuh pengalaman masa lalu yang menjadi pemicu utamanya. Memahami akar penyebab ini adalah langkah pertama untuk memutus siklus tersebut.
Berikut adalah tujuh pengalaman masa lalu yang seringkali dikaitkan dengan kebiasaan terlalu banyak berpikir:
Tumbuh dengan Kritikan Konstan
Ketika tumbuh di lingkungan yang penuh kritik, seseorang belajar mencari kesalahan. Mereka merasa lebih aman dengan terus-menerus memindai setiap kemungkinan kesalahan. Otak mereka terlatih untuk mengabaikan hal positif.
Mendapat Penghargaan atas Pencapaian, Bukan Usaha
Persetujuan yang bersyarat dapat berubah menjadi sistem penilaian dalam diri saat dewasa. Seseorang akan terus menghitung poin-poin. Hal ini sering membuat mereka merasa harus selalu menjadi yang terbaik.
Lingkungan Rumah Tidak Terduga
Tumbuh di lingkungan yang tidak stabil mengajarkan sistem saraf untuk memprediksi setiap skenario. Ini adalah mekanisme pertahanan diri dari rasa cemas. Mereka terus-menerus mencoba mengendalikan masa depan.
Pengalaman Pengkhianatan Mendalam
Putus cinta yang menyakitkan atau pengkhianatan dari orang terdekat bisa meninggalkan trauma mendalam. Ini mengajarkan pikiran untuk selalu waspada mencari "tanda bahaya". Mereka cenderung sangat skeptis terhadap orang lain.
Tekanan Akademis Terlalu Dini
Tekanan akademis sebelum otak siap dapat memicu ketidakamanan kronis. Ini menciptakan kebiasaan membandingkan diri dengan standar yang sangat tinggi. Mereka merasa harus selalu memenuhi ekspektasi.
Budaya Perbandingan dan Persaingan Saudara
Jika terus-menerus dibandingkan dengan saudara, seseorang merasa perlu membuktikan diri. Ini menjadi dorongan utama untuk berhasil. Mereka terus-menerus mencari validasi dari luar.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
