Ilustrasi tiga gaya interaksi sosial manusia: mendekat, melawan, menjauh. (dok. Freepik)
JawaPos.com - Setiap individu memiliki cara unik dalam merespons tekanan emosional maupun tantangan sosial. Ada yang cenderung mendekat, ada yang justru melawan, dan sebagian memilih untuk menjauh dari situasi yang membuat tidak nyaman. Pola-pola semacam ini bukan hanya kebiasaan, melainkan bisa mencerminkan gaya kepribadian dominan yang terbentuk sejak dini.
Salah satu pendekatan psikologi yang relevan membahas hal ini datang dari teori klasik yang masih digunakan hingga kini. Pendekatan tersebut menjelaskan bahwa manusia mengembangkan pola interpersonal tertentu sebagai cara menghadapi kecemasan yang muncul sejak masa kanak-kanak. Meskipun sederhana, model ini cukup menggambarkan bagaimana seseorang berinteraksi dengan dunia luar, apakah ia merasa perlu diterima, ingin berkuasa, atau lebih nyaman menjaga jarak.
Berdasarkan informasi dari laman edukasi psikologi Verywell Mind, model kepribadian ini menyebutkan tiga gaya utama yang dikenal sebagai: compliant (mendekat), aggressive (melawan), dan detached (menjauh). Ketiganya tidak bersifat mutlak, namun dapat menjadi indikator bagaimana seseorang membentuk relasi dan merespons tekanan sosial secara umum.
Validasi teori ini juga ditemukan dalam penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Personality Assessment dan dimuat dalam laman PubMed. Penelitian tersebut menggunakan alat ukur Horney-Coolidge Type Indicator (HCTI) untuk mengidentifikasi ketiga tipe berdasarkan kecenderungan interpersonal seseorang. Berikut tiga gaya kepribadian utama:
Baca Juga: Orang yang Langsung Menghapus Notifikasinya Begitu Muncul Memiliki 8 Ciri Kepribadian Ini
Individu dengan kecenderungan ini biasanya sangat membutuhkan penerimaan dan afeksi dari orang sekitar. Mereka suka menolong, menghindari konflik, dan kerap menempatkan kebutuhan orang lain di atas dirinya sendiri. Jika tidak dikendalikan, gaya ini dapat berkembang menjadi kecenderungan untuk menjadi people pleaser, kehilangan batas pribadi demi diterima oleh lingkungan sosial.
Berbeda dari compliant, gaya ini ditandai dengan dorongan untuk berkuasa, mengontrol, dan bersaing. Individu dalam kategori ini percaya bahwa hidup adalah arena persaingan, sehingga mereka cenderung tangguh, ambisius, bahkan bisa terlihat manipulatif. Jika tidak diseimbangkan, sifat agresif ini dapat merusak relasi karena kurangnya empati atau kecenderungan untuk mendominasi.
Tipe ini lebih suka menjaga jarak, mandiri, dan tidak ingin terlalu terikat secara emosional. Mereka merasa lebih aman saat tidak bergantung pada orang lain, dan sering kali dianggap dingin atau tertutup. Meskipun ada sisi positif dalam kemampuan mereka menjaga otonomi, individu dengan gaya ini bisa mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan yang intim dan terbuka.
Memahami gaya kepribadian seperti ini dapat membantu individu mengenali cara mereka berinteraksi, serta memberi petunjuk tentang bagaimana membentuk hubungan yang lebih sehat. Tentu saja, kebanyakan orang tidak hanya memiliki satu gaya secara mutlak, justru fleksibilitas untuk berpindah gaya sesuai situasi adalah tanda kestabilan emosional dan kedewasaan psikologis.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
