seseorang yang tidak benar-benar baik. (Freepik/rantaimages)
JawaPos.com - Di kehidupan sehari-hari kita sering bertemu orang yang terlihat baik. Mereka tidak pernah berteriak, tidak pernah terang-terangan menyakiti orang lain, dan tampak ramah di permukaan.
Namun setelah mengenal lebih lama, kita mulai merasakan sesuatu yang aneh. Mereka juga tidak benar-benar tulus, tidak benar-benar peduli, dan terkadang membuat kita merasa tidak nyaman tanpa alasan yang jelas.
Dalam psikologi sosial, ada tipe kepribadian yang berada di wilayah abu-abu ini. Mereka bukan orang yang secara jelas jahat, tetapi juga tidak benar-benar baik hati. Mereka cenderung menghindari konflik terbuka dan menjaga citra diri, namun perilaku mereka sering meninggalkan dampak emosional yang tidak menyenangkan bagi orang lain.
Menariknya, orang dengan karakter seperti ini sering memperlihatkan pola perilaku yang mirip.
Dilansir dari Silicon Canals, terdapat sembilan pola yang sering muncul menurut perspektif psikologi perilaku dan hubungan sosial.
1. Terlihat Ramah, Tetapi Jarang Tulus Membantu
Orang seperti ini biasanya cukup sopan. Mereka tersenyum, menyapa, dan bersikap ramah dalam interaksi sehari-hari. Namun ketika benar-benar dibutuhkan, mereka jarang hadir.
Mereka mungkin berkata, “Kalau butuh bantuan bilang saja,” tetapi ketika orang benar-benar meminta bantuan, mereka sering punya alasan untuk menghindar.
Dalam psikologi, ini sering disebut sebagai prosocial appearance, yaitu tampilan sosial yang baik tanpa komitmen emosional yang nyata.
2. Sering Bersikap Netral Ketika Ada Ketidakadilan
Orang yang benar-benar baik hati biasanya memiliki keberanian moral untuk bersuara ketika melihat sesuatu yang salah.
Sebaliknya, tipe orang ini cenderung memilih posisi aman. Mereka tidak membela korban, tetapi juga tidak ikut menyerang. Mereka hanya diam atau berkata, “Saya tidak mau ikut campur.”
Secara psikologis, ini berkaitan dengan fenomena bystander effect, yaitu kecenderungan untuk tidak bertindak ketika tanggung jawab dapat dialihkan kepada orang lain.
3. Menghindari Konflik, Tetapi Membiarkan Masalah Berlarut
Alih-alih menyelesaikan masalah secara langsung, mereka lebih suka menghindarinya.
Jika ada kesalahpahaman, mereka jarang membicarakannya secara jujur. Mereka hanya menjauh atau bersikap dingin. Akibatnya, masalah kecil sering berkembang menjadi ketegangan yang lebih besar.
Dalam jangka panjang, sikap ini membuat hubungan terasa tidak sehat karena komunikasi tidak pernah benar-benar terbuka.
4. Memberikan Dukungan yang Terasa Dangkal
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
