Menurut Psikologi, Ini Kebiasaan yang Terlihat Biasa Tapi Sebenarnya Bisa Merusak Diri Sendiri Perlahan-Lahan (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa sudah melakukan semua hal dengan benar, tapi tetap saja merasa hampa, lelah, atau bahkan kehilangan arah?
Bisa jadi, tanpa sadar kamu sedang menyakiti diri sendiri dalam bentuk yang halus, bukan luka atau goresan, melainkan lewat kebiasaan sehari-hari yang kamu anggap “wajar”.
Menurut kanal psikologi populer Psych2Go, self harm tidak selalu tampak dalam bentuk fisik. Ada banyak bentuk lain yang jauh lebih tersembunyi, bahkan kerap dianggap sebagai bagian dari rutinitas. Padahal, bila dibiarkan terus-menerus, dampaknya bisa sangat merusak, baik untuk tubuh maupun jiwa.
1. Terlalu Produktif Sampai Lupa Istirahat: Bekerja keras itu baik, tapi jika kamu melakukannya untuk menghindari rasa kesepian, luka, atau emosi yang belum selesai, hati-hati. Terus-menerus sibuk bisa jadi bentuk pelarian dari hal-hal yang seharusnya kamu hadapi. Kamu jadi lupa makan, kurang tidur, cepat marah, dan merasa tidak pernah cukup. Padahal, tubuhmu butuh istirahat bukan sebagai hadiah, tapi sebagai hak.
2. Menghibur Diri dengan Makanan atau Menghindarinya Sama Sekali: Ketika kamu stres lalu makan berlebihan tanpa sadar, atau justru tidak makan karena merasa tidak ada yang pantas diserap tubuh, itu bukan hal sepele. Itu bisa jadi bentuk hukuman pada diri sendiri yang tak disadari. Cobalah sadari pola itu dan mulai rawat tubuhmu seperti kamu merawat sahabat terbaikmu.
3. Pikiran Negatif yang Terus Dipelihara: "Kayaknya aku memang gagal terus", "Aku nggak pantas dapat yang baik." Kalau kalimat-kalimat seperti ini muncul terlalu sering di kepala, hati-hati. Itu bisa mengakar dan membentuk persepsi palsu tentang dirimu sendiri. Padahal, kamu lebih kuat dari yang kamu kira. Setiap orang berhak gagal, dan setiap kegagalan bukan akhir dari segalanya.
4. Hubungan Seksual yang Tidak Aman atau Penuh Penyesalan: Menggunakan seks sebagai pelarian, untuk merasa dicintai atau dihargai, bisa jadi merusak jiwamu perlahan. Ketika hubungan itu tidak memberikan koneksi, tapi justru membuatmu merasa makin kosong dan dipakai, itu adalah tanda untuk berhenti sejenak dan merenung. Kamu berharga, bahkan tanpa validasi dari siapapun.
5. Alkohol dan Zat untuk Menenangkan Diri: Minum alkohol atau menggunakan zat lain untuk menghilangkan beban bisa terasa seperti “pelarian cepat”. Tapi ketika efeknya habis, yang tersisa hanya rasa cemas, sesal, bahkan rasa bersalah yang lebih besar. Hidup bukan untuk terus ditumpuk dengan beban tak selesai. Minta bantuan bukan kelemahan, tapi bentuk keberanian.
Setiap orang punya cara menghadapi luka. Tapi penting untuk tahu, tidak semua cara itu sehat. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang tampak "biasa" bisa jadi bentuk self harm tersembunyi. Dan kamu tidak harus terus terjebak di dalamnya.
Ingatlah, kamu layak untuk pulih, untuk beristirahat, dan untuk merasakan hidup sepenuhnya, bukan sekadar menjalaninya. Mulailah dari langkah kecil hari ini, karena semua perubahan besar selalu dimulai dari keberanian kecil untuk berubah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
