Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juli 2025 | 23.50 WIB

7 Bentuk Self Harm yang Tidak Terlihat: Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Menyakiti Diri Anda

Ilustrasi self harm (Freepik) - Image

Ilustrasi self harm (Freepik)

JawaPos.com - Ketika mendengar istilah self harm atau menyakiti diri sendiri, sebagian besar orang langsung membayangkan luka fisik seperti goresan atau memar. 

Namun, sesungguhnya ada bentuk-bentuk lain dari self harm yang tidak meninggalkan bekas di kulit, tetapi membekas dalam batin dan mengganggu kestabilan emosi Anda. 

Ini bukan sekadar perilaku ekstrem, melainkan kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele.

Banyak orang tidak menyadari bahwa pola hidup yang mereka jalani ternyata merusak diri secara perlahan. 

Mengabaikan kebutuhan tubuh, membiarkan pikiran negatif berlarut-larut, hingga melakukan pelarian emosional melalui kerja berlebihan atau konsumsi alkohol bisa menjadi bentuk self harm yang tersembunyi. 

Hal-hal ini seringkali dibenarkan sebagai mekanisme "mengatasi masalah", padahal justru memperburuk keadaan.

Mengenali bentuk-bentuk self harm yang tidak terlihat ini adalah langkah pertama untuk menghentikan siklus yang merugikan. 

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan 7 kebiasaan yang tanpa sadar menyakiti diri Anda, alasan di baliknya, serta bagaimana cara mulai beralih pada kebiasaan yang lebih sehat dan penuh kasih terhadap diri sendiri yang dihimpun dari kanal YouTube Pscyh2Go pada Sabtu (26/07).

1. Makan Berlebihan sebagai Pelarian Emosi

Binge eating bukan sekadar makan dalam jumlah besar, melainkan reaksi emosional terhadap tekanan batin. 

Saat stres atau sedih melanda, sebagian orang mencari pelarian lewat makanan meski sebenarnya tidak lapar. 

Makanan berubah fungsi: dari kebutuhan fisik menjadi pelipur lara yang sementara.

Kebiasaan ini bisa terasa menyenangkan sesaat, namun sering kali diikuti rasa bersalah, masalah pencernaan, dan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. 

Bahkan, jika dilakukan terus-menerus, bisa meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes atau gangguan jantung. 

Makan tidak lagi menjadi aktivitas menyenangkan, tetapi menjadi bentuk hukuman terhadap diri sendiri.

Untuk mengatasinya, cobalah mengenali penyebab emosional di balik dorongan makan. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore