Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 02.06 WIB

Orang yang Menikah dengan Kekasihnya di SMA atau Kuliah Biasanya Menunjukkan 7 Sifat Unik Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menikah dengan kekasihnya di sma atau kuliah (Freepik/mego-studio) - Image

seseorang yang menikah dengan kekasihnya di sma atau kuliah (Freepik/mego-studio)


JawaPos.com - Tidak semua pasangan bisa mempertahankan hubungan dari masa muda hingga ke jenjang pernikahan. 
 
Namun, ada sebagian orang yang berhasil melakukannya—mereka yang menikah dengan kekasihnya sejak masa SMA atau kuliah. 
 
Hubungan jangka panjang yang berakar dari masa muda sering kali dianggap romantis, penuh kenangan, dan menyimpan cerita unik. 
 
Dilansir dari Geediting pada Selasa (22/7), menurut psikologi, ada beberapa sifat unik yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang memilih menikah dengan cinta pertamanya. 
 
Berikut 7 sifat unik tersebut:

1. Komitmen Emosional yang Tinggi

Orang yang menikah dengan kekasih masa SMA atau kuliah cenderung memiliki komitmen emosional yang sangat kuat. 
 
Mereka telah melewati masa-masa transisi yang sulit bersama: dari remaja menuju dewasa, dari pencarian jati diri hingga tantangan awal karier. 
 
Hubungan yang bertahan melalui fase-fase ini mencerminkan kedalaman ikatan emosional yang tak mudah goyah.

Menurut teori Triangular Theory of Love oleh psikolog Robert Sternberg, cinta yang matang mencakup tiga komponen: keintiman, gairah, dan komitmen.
 
Pasangan muda yang bertahan hingga menikah biasanya menunjukkan bentuk cinta yang terus berkembang hingga mencapai tingkat keintiman dan komitmen yang tinggi.

2. Sifat Sabar dan Toleran

Menjaga hubungan dari masa muda hingga dewasa menuntut kesabaran yang luar biasa. 
 
Masa remaja dan awal kuliah adalah masa-masa penuh gejolak emosional dan pencarian identitas. 
 
Pasangan yang bisa bertahan hingga pernikahan biasanya telah melewati berbagai perbedaan dan konflik kecil—dan memilih untuk tumbuh bersama, bukan berpisah.

Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa individu yang sabar dalam hubungan jangka panjang memiliki emotional regulation yang baik, yaitu kemampuan mengelola emosi negatif tanpa harus melampiaskannya secara destruktif. 
 
Mereka mampu melihat pasangannya sebagai rekan dalam pertumbuhan, bukan sekadar objek romantis.

3. Loyalitas Tinggi

Orang yang tetap bersama kekasih SMA atau kuliahnya hingga menikah biasanya memiliki tingkat loyalitas yang kuat. 
 
Mereka tidak mudah tergoda oleh pengalaman cinta baru atau pencarian yang tak berujung. 
 
Dalam psikologi sosial, loyalitas semacam ini sering dikaitkan dengan secure attachment style, yaitu gaya keterikatan yang aman dan stabil.

Mereka merasa nyaman dalam keintiman, tidak takut kehilangan, dan percaya bahwa pasangannya akan terus mendampingi. 
 
Kesetiaan ini bukan karena tidak pernah punya pilihan lain, tetapi karena mereka secara sadar memilih tetap bersama dan membangun masa depan bersama.

4. Mampu Tumbuh Bersama

Salah satu ciri khas hubungan yang dimulai sejak muda adalah adanya pertumbuhan bersama. 
 
Orang-orang ini tidak hanya tumbuh sebagai individu, tetapi juga sebagai pasangan. 
 
Mereka belajar banyak hal bersama: nilai hidup, pengambilan keputusan, bahkan cara menghadapi kegagalan dan krisis.

Menurut psikologi hubungan, pasangan yang bisa berkembang bersama memiliki growth mindset dalam hubungan, yaitu keyakinan bahwa cinta dan hubungan bisa diperkuat lewat usaha bersama, bukan hanya bergantung pada kecocokan alami semata.

5. Mudah Memaafkan dan Tidak Menyimpan Dendam

Hubungan jangka panjang sejak muda tak lepas dari kesalahan dan kekeliruan, karena keduanya sama-sama masih belajar. 
 
Namun, pasangan yang bertahan hingga menikah menunjukkan kemampuan untuk memaafkan dan move on dari konflik masa lalu.

Dalam studi psikologi tentang forgiveness in romantic relationships, pasangan yang bisa memaafkan tanpa menyimpan dendam cenderung memiliki hubungan yang lebih sehat, stabil, dan tahan lama. 
 
Mereka tidak menggunakan kesalahan masa lalu sebagai alat manipulasi atau ancaman emosional.

6. Menghargai Nilai Kesederhanaan

Orang yang jatuh cinta dan menikah sejak masa sekolah atau kuliah sering kali terbiasa menjalani hubungan dalam kondisi yang sederhana—belum ada kemapanan finansial, belum ada status sosial tinggi, hanya ada cinta dan kebersamaan. 
 
Karena itu, mereka cenderung memiliki nilai hidup yang tidak materialistis.

Mereka terbiasa berbagi mimpi dan merintis segalanya dari nol.
 
Nilai-nilai seperti kesederhanaan, saling membantu, dan kebersamaan menjadi fondasi yang kuat dalam hubungan mereka.
 
Psikologi positif menunjukkan bahwa pasangan yang tidak bergantung pada faktor eksternal (uang, status, ketenaran) untuk merasa bahagia, biasanya lebih puas dalam hubungan jangka panjang.

7. Menjunjung Tinggi Kenangan dan Sentimen Emosional

Karena telah melalui banyak fase hidup bersama, orang yang menikah dengan kekasih sejak SMA atau kuliah biasanya sangat menjaga kenangan dan memiliki ikatan emosional yang dalam dengan hal-hal sentimental. 
 
Lagu-lagu lama, tempat makan favorit saat masih pacaran, atau momen sederhana saat dulu saling memberi dukungan menjadi bagian penting dari ikatan mereka.

Dalam psikologi, ini disebut nostalgic bonding—yaitu ikatan emosional yang diperkuat oleh kenangan masa lalu.
 
Pasangan yang memiliki banyak kenangan bersama cenderung lebih mudah merasa terhubung secara emosional dan memiliki daya tahan lebih kuat dalam menghadapi badai rumah tangga.

Kesimpulan

Menikah dengan kekasih masa SMA atau kuliah bukan sekadar kisah cinta klasik ala film remaja. 
 
Di baliknya, terdapat dinamika psikologis yang membentuk karakter dan keunikan tersendiri. 
 
Dari komitmen emosional yang tinggi hingga kemampuan tumbuh bersama, pasangan-pasangan ini menunjukkan bahwa cinta sejati memang bukan hanya tentang perasaan sesaat, tetapi tentang pilihan, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar bersama.

Jika Anda termasuk orang yang menikah dengan cinta masa muda, Anda mungkin akan mengenali sebagian dari sifat-sifat di atas dalam diri Anda. 
 
Dan jika belum, tak ada salahnya menjadikan mereka inspirasi bahwa hubungan yang langgeng bukan soal seberapa lama kenalnya, tetapi seberapa besar tekad untuk tetap bersama, meski dunia berubah.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore