
Ilustrasi Psikopat (Freepik)
JawaPos.com - Mengapa ada orang yang terlihat karismatik dan cerdas, tetapi menyimpan sisi gelap yang merusak?
Pertanyaan ini sering muncul ketika kita berbicara tentang psikopat individu yang bisa tampil menawan namun melakukan tindakan tanpa rasa bersalah.
Mereka sulit ditebak, bahkan oleh orang-orang terdekatnya.
Penelitian ilmiah terbaru mencoba menjawab misteri ini dengan pendekatan neurologis.
Studi yang dipublikasikan dalam European Journal of Neuroscience mengungkap bahwa koneksi antarbagian otak pada individu psikopat berbeda secara struktural dibandingkan otak kebanyakan orang.
Pola pengkabelan otak inilah yang ternyata berperan besar dalam membentuk perilaku mereka yang ekstrem.
Bukan hanya urusan kepribadian atau trauma masa lalu, ternyata struktur otak juga punya andil dalam mengapa psikopat bisa sangat manipulatif, impulsif, bahkan agresif.
Artikel ini akan menjelaskan secara ilmiah, namun tetap mudah dipahami, mengapa otak psikopat berbeda dan bagaimana hal itu memengaruhi tindakan mereka yang dihimpun dari PsyPost pada Senin (21/07).
1. Otak Psikopat Terkoneksi Secara Unik dan Tidak Biasa
Studi ini menunjukkan bahwa individu dengan sifat psikopat memiliki pola koneksi otak yang berbeda.
Beberapa bagian otak mereka justru menunjukkan koneksi yang lebih kuat, terutama di area yang berhubungan dengan emosi, perhatian, dan pengambilan keputusan.
Ini berarti, otak mereka secara struktural memang bekerja secara berbeda sejak awal.
Bagian otak seperti fasciculus uncinate dan cingulum bundle, yang berperan dalam pengaturan emosi dan interaksi sosial, terlihat lebih aktif dan padat koneksinya.
Hal ini dapat menjelaskan mengapa banyak psikopat mampu memanipulasi orang lain dengan tenang dan efektif, meskipun tidak merasakan empati.
Yang mengejutkan, koneksi yang lebih kuat ini justru bukan berarti mereka lebih baik dalam berempati atau memahami orang lain.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
